Selasa, 27 Desember 2016

Dahsyatnya Cinta Kedua (karya cinta untuk ODOJ)


Bab 1

Perkara cinta menjadi bahasan tiada matinya, sejak zaman dulu sampai saat ini (heheheh...) masih enak dibahas, betul tidak?
Cinta, setiap orang punya makna dan definisi sendiri tentang ini. Penting gak sih cinta itu ?
Islam memiliki ruang tersendiri dalam pembahasan cinta. Sebuah anugerah dari Allah SWT dan merupakan fitrah manusia, hal dasar yang memang diciptakan oleh Allah SWT di dalam diri setiap manusia.
Allah SWT berfirman yang artinya sebagai berikut :

"Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan darinya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), "Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur." (QS. Al A'raf: 189)

Di ayat lain :
"Dijadikan terasa indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (QS. Ali 'Imran: 14)
Cinta itu memang fitrah (tabiat) manusia, letaknya di hati. Tidak dapat dijauhi, apalagi dihapus maka ketika berbicara cinta namun tidak memperhatikan tuntunan di dalam Islam maka yang ditemui adalah cinta buta, menyerang orang-orang yang hatinya kosong dari cinta kepada Allah SWT.
Ada seorang ulama klasik yang punya kitab yang bagus tentang cinta dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Raudhatul Muhibbin dan edisi terjemahannya diberi judul "Taman Para Pecinta". Di dalam kitab tersebut, secara garis besar membagi cinta ke dalam 3 kelompok yaitu :
1. Al Mahabbah lillah wa fillah
2. Al Mahabbah al 'Ardhiyyah
3. Al Mahabbah al 'Isyqiyyah

Berikut penjelasannya :

1. Al Mahabbah lillah wa fillah
Yaitu cinta yang hanya berlandaskan cinta kepada Allah SWT saja, cinta jenis ini adalah cinta orang-orang beriman. Mereka akan mencintai apa saja yang Allah SWT cintai namun cinta kpd Allah SWT adalah yang tertinggi.
Di dalam Alquran, Allah SWT menggambarkan jenis cinta ini dalam surah Al Baqarah ayat 165 :
"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. *Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah*. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)."

2. Al Mahabbah al 'Ardhiyyah
          Yaitu cinta yang dasarnya adalah syahwat keduniaan seperti harta, tahta, rupa, benda dan yg sejenis dengannya...
Cinta jenis ini sifatnya temporary, ada masa aktifnya

3. Al Mahabbah al 'Isyqiyyah
          Al 'Isqiyyah secara sederhana adalah jenis cinta yang melibatkan penyatuan ruh, hati dan pikiran.
Cinta jenis ini yang membuat seseorang menjadi setengah gila (atau memang benar-benar gila)
Cinta jenis ini yang harus diwaspadai... penyakit al 'Isyqiyyah ini hanya terjadi dengan dua sebab saja yaitu :

1). Karena mengganggap indah apa-apa yang dicintainya
2). Perasaan ingin memiliki apa yang dicintainya

Kalau hati sudah diisi penuh dengan cinta kepada Allah maka cinta kepada selainNya akan sulit masuk ke dalam hati, cinta kepada selain Allah akan berujung kekecewaan dan penyesalan.



Bersambung..

Jumat, 23 Desember 2016

Mind Mapping & Daftar Isi

Disusun untuk memenuhi tugas di kelas KMO batch 8

1. Mind Mapping
2. Daftar Isi




DAFTAR ISI

Bab I    : Ekspektasi Tinggi
Bab II  : Asa Yang Pupus
Bab III : Dahsyatnya Cinta Kedua
Bab IV : Hijrah
Bab V  : Ketenangan Jiwa