Minggu, 10 Desember 2017

Al Quds Memanggil

Al Quds Memanggil
oleh: Asriana

Al Quds..
Kisahmu tak pernah pudar ditelan masa,
Para Nabi pernah menapakkan jejak di masjid Al Alqsha,
Masihkah hati kita tenang dan hanya menutup mata,
Ketika Al Quds dikoyak oleh zionis yang hina.

Betapa tangguhnya saudara kita di Palestina,
yang selalu berjuang menjemput syahid membela agamanya,
membela Al Quds agar tak direnggut oleh negara adidaya,
yang ingin mengokohkan negara zionis dengan segala cara.

Al Quds..
Adakah kita di barisan yang berjuang membelanya?
meski bukan dengan mesiu dan senjata,
ataukah kita termasuk pecundang yang tak berdaya,
tak mau membela meski dengan sebait do'a.

Senin, 04 Desember 2017

Traveloka, Solusi Aman yang Nyaman Membeli Pulsa dan Paket Internet


Sering terjadi kita malas membeli pulsa atau paket internet, padahal tahu sisa saldo pulsa atau kuota paket di ponsel sudah sekarat. Letak konter  yang jauh, hujan atau cuaca terik yang membuat badan malas untuk bergerak. Kasus lain, ketika kita membutuhkan pulsa saat larut malam namun kesulitan menemukan konter  yang masih buka.
Kita harus beralih ke cara baru yang aman dan praktis dan tetap nyaman; bebas ribet. Pembelian pulsa dan paket internet melalui aplikasi Traveloka, untuk seluruh operator. Hanya berbekal ponsel dengan Traveloka Connectivity atau Traveloka Pulsa.
Bayangkan saja bila anda sedang rapat kerja dan harus menghubungi keluarga di rumah tapi kehabisan pulsa atau sedang asik bersosial media, browsing, nonton video online tapi di tengah aktivitas kuota paket habis, paling cepat dan mudah membeli pulsa atau paket internet via proses Purchase Online Traveloka.
Tersedia berbagai paket internet mulai yang hanya kuota, kuota plus paket menelpon dan SMS, hingga paket dengan masa aktif lebih dari sebulan. Saat ingin bepergian ke luar negeri, tersedia paket internet yang terjangkau namun tetap nyaman digunakan, paket roaming Traveloka menyediakan berbagai paket dengan pilihan kuota dan fasilitas lainnya.
Semua ada di Traveloka!
Di Traveloka, harga pulsa dan paket internet yang dibayar lebih murah daripada jumlah pulsa dan paket internet yang diperoleh, pilihan pembayaran yang lebih variatif dan tidak terbatas waktu dan tempat sehingga dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Metode pembayaran terdiri dari beberapa pilihan yaitu kartu kredit, ATM transfer atau fasilitas internet banking/sms banking.
Pastikan Anda sudah mengunduh aplikasi Traveloka kemudian masuk ke menu “Pulsa & Paket Internet” untuk memasukkan nomor ponsel tujuan. Mohon pastikan nomor tujuan Anda telah terisi dengan benar. Untuk pembelian paket internet, nomor tujuan tidak dalam masa tenggang.Ada daftar saldo pulsa dan paket internet yang dapat Anda pilih lalu lakukan pengisian data dan pengecekan kembali, sebelum melakukan pembayaran. Jangan lupa memberikan konfirmasi pembayaran, agar pulsa segera terkirim ke nomor tujuan.
Sebagian orang ingin tetap terjaga privasinya; menjaga jangan sampai tersebar luas dan disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Traveloka memberikan jaminan keamanan terhadap privasi pelanggan saat bertransaksi, aplikasi pembelian menggunakan teknologi canggih sehingga data pembeli tidak mudah bocor dan tersebar. Keamanan menjadi hal penting dalam menggunakan layanan transaksi online, seperti perdagangan online dan internet banking.
Selain tanggung jawab penyedia layanan, pengguna juga bertanggung jawab menjaga keamanan data-datanya misalnya merahasiakan nomor pin, user id, dan nomor kartu. Hal utama yang harus diperhatikan saat bertransaksi secara online adalah keamanan, Traveloka memiliki keamanan yang tangguh.
Semua transaksi sukses akan tercatat di sistem Traveloka dan dapat dilihat kembali di menu transaksi lama. Invoice akan dikirimkan ke email yang dicantumkan pada proses pengisian data dan dapat dibuka kembali jika dibutuhkan.
Jika pulsa atau paket internet belum masuk kemungkinan sistem pengisian operator Anda bermasalah. Silakan menghubungi kontak layanan pelanggan yang dapat menangani keluhan Anda dengan sigap, akan segera teratasi. Jangan lupa memberikan informasi yang tepat dan akurat.
Pembelian pulsa dan paket internet online yang keamanannya terjamin, super irit, praktis, di Traveloka saja. Tetap terhubung dengan siapa saja, metode pembayaran yang aman dan terpercaya, konektivitas lancar bebas hambatan dengan jaminan keamanan terhadap privasi pelanggan.

Senin, 31 Juli 2017

Menanti Kehadiran Umar bin Khattab Indonesia

Umar bin Khattab menggetarkan dunia dengan kegigihannya berjuang membela Islam, pemimpin tegas dan adil yang menyayangi rakyatnya, seorang khalifah namun selalu hidup sederhana. Beliau menjadi salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang saya favoritkan dan sampai saat ini sifat beliau ingin saya terapkan dalam kehidupan, sosok yang tangguh dalam menjaga Islam namun lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada sesama muslim. Sesama muslim adalah bersaudara, saling menyayangi satu sama lain akan menguatkan persaudaraan sehingga akan semakin kuat pula benteng Islam dalam menghadapi musuh-musuh Islam.
Kepemimpinan Umar tidak lagi diragukan lagi, selama 10 tahun kekuasaan Islam bertambah luas dan penaklukan penting dilakukan. Tak lama sesudah Umar bin Khattab menjadi khalifah, pasukan Islam menduduki Suriah dan Palestina yang menjadi bagian kekaisaran Byzantium. Dalam pertempuran Yarmuk (636 M), pasukan Islam berhasil memukul habis kekuatan Byzantium. Damaskus jatuh pada tahun itu juga dan Darussalam menyerah dua tahun kemudian. Menjelang tahun 641 M, pasukan Islam menguasai seluruh Palestina dan Suriah, dan terus menerjang maju ke daerah yang kini bernama Turki. Tahun 639 M, pasukan Islam menyerbu Mesir yang juga saat itu di bawah kekuasaan Byzantium dan diselesaikan dalam tempo tiga tahun.
Penyerangan Islam terhadap Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan kekaisaran Persia telah mulai sebelum Umar bin Khattab menjadi khalifah. Kunci kemenangan Islam terletak pada pertempuran Qadisiya tahun 637 M, terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Menjelang tahun 641 M, seluruh Irak sudah berada di bawah pengawasan Islam. Dan bukan hanya itu, pasukan Islam bahkan menyerbu langsung Persia dan dalam pertempuran Nehavend (642 M), mereka secara menentukan mengalahkan sisa terakhir kekuatan Persia. Menjelang wafatnya Umar bin Khattab di tahun 644 M, sebagian besar daerah barat Iran sudah terkuasai dan semakin meluas meski Umar telah wafat.
Umar bin Khattab juga seorang yang cerdas, dalam masalah ilmu diriwayatkan oleh Al Hakim dan Thabrani dari Ibnu Mas’ud berkata, “Seandainya ilmu Umar bin Khattab diletakkan pada tepi timbangan yang satu dan ilmu seluruh penghuni bumi diletakkan pada tepi timbangan yang lain, niscaya ilmu Umar bin Khattab lebih berat dibandingkan ilmu mereka. Mayoritas sahabat pun berpendapat bahwa Umar bin Khattab menguasai 9 dari 10 ilmu. Dengan kecerdasannya beliau menelurkan konsep-konsep baru, seperti menghimpun Al Qur’an dalam bentuk mushaf, menetapkan tahun Hijriyah sebagai kalender umat Islam, membentuk kas negara (Baitul Maal), menyatukan orang-orang yang melakukan shalat sunnat tarawih dengan satu imam, menciptakan lembaga peradilan, membentuk lembaga perkantoran, membangun balai pengobatan, membangun tempat penginapan, memanfaatkan kapal laut untuk perdagangan dan lain-lain.
Namun beliau seorang pemimpin yang zuhud dan wara’, berusaha untuk mengetahui dan memenuhi kebutuhan rakyatnya. Umar bin Khattab adalah seorang pemimpin yang arif, bijaksana dan adil dalam mengendalikan roda pemerintahan. Rela keluarganya hidup dalam serba kekurangan demi menjaga kepercayaan masyarakat kepadanya tentang pengelolaan kekayaan negara bahkan Umar bin Khattab sering terlambat shalat Jum’at hanya menunggu bajunya kering karena dia hanya mempunyai dua baju. Kebijaksanaan dan keadilan Umar bin Khattab dalam memimpin dilandasi kekhawatiran terhadap tanggungjawabnya kepada Allah SWT, masya Allah.
Entah tersisa berapa lagi di dunia ini pemimpin yang seperti Umar bin Khattab..
Jika pemimpin selalu takut akan dosa dan hukuman yang akan diberikan oleh Allah SWT jika melalaikan tanggungjawabnya maka pemimpin tersebut akan senantiasa berjalan sesuai aturan Allah SWT dan tidak akan berlaku zalim atau menyia-nyiakan rakyat, masyarakat atau orang-orang yang dipimpinnya, pemimpin yang akan dihormati dan dicintai oleh rakyat. Setiap langkah dan kebijakannya akan memberi manfaat yang dapat mendatangkan ridha dan kecintaan Allah SWT
Umar wafat pada Rabu bulan Dzulhijjah tahun 23 H meninggalkan luka yang mendalam, beliau ditikam ketika melakukan shalat Shubuh oleh seorang Majusi bernama Abu Lu’luah (al Fairus dari Persia), budak milik al Mughirah bin Syu’bah diduga ia mendapat perintah kalangan Majusi, sungguh keji, wafat dalam usia 63 tahun dan dimakamkan di samping Rasulullah SAW dan Abu Bakar.

Pemimpin bergaya seperti Umar bin Khattab sangat dirindukan menuju kejayaan Islam di Indonesia.

(Bersambung)

===================

Andi Asriana (Grup ODOJ 3446)

Motto : Waktu tak dapat diulang maka ukirlah hal bermanfaat di setiap langkahmu menyusuri waktu

Sabtu, 22 April 2017

OASE DAKWAH

*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 20 April 2017


*Perpisahan yang Dirindukan*
Oleh : A.Asriana G 1216(Juara 1 Sayembara Oase Dakwah)


Dunia yang penuh keindahan sesaat,
dunia yang dapat menjadikan iman menjadi sekarat,
indah sekejap mata namun menuntun ke neraka.

Putaran roda zaman menyita usia,
raga yang lelah pun mulai meronta,
bukan karena tiada cinta di jiwa,
bukan pula karena tak merengkuh bahagia.

Indahnya dunia tak menggoyahkan iman,
karena cinta pada-Nya mengisi napas kehidupan,
hebatnya cobaan tak melemahkan diri, karena kesabaran merajai hati.

Betapa indahnya hidup seorang mukmin,
menyusuri dunia fana  meraih manisnya iman,
selalu siap dengan panggilan Rabb-Nya,
karena kematian akan menghampiri kapan saja.

Betapa indahnya hidup seorang mukmin,
takkan sedih berpisah dengan dunia,
karena perpisahan yang dirindukan,
adalah perpisahan dengan dunia,
menuju Rabb-Nya,
meraih syurga-Nya.

"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka'." (QS. Ali Imran : 16)


◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/232/20/04/2017
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

Rabu, 19 April 2017

⭐⭐⭐

Andi Asriana (mengutip dari Fiqh Dakwah Mustafa Mansyur)


☀Kewajiban Ber’amal Jama’i

Karakter dakwah Islamiyyah saat ini mewajibkan setiap muslim bergerak dan berusaha mewujudkan seluruh tuntutan Islam.

Setiap muslim wajib berusaha mewujudkan dan menegakkan Daulah Islamiyyah ‘Alamiyyah, suatu pemerintahan Islam internasional. Tujuan tersebut hanya dapat dicapai dengan amal jama’i. Maka amal jama’i adalah wajib, sebagaimana kaidah ushul fiqh “suatu yang tidak sempurna pelaksanaannya kecuali dilaksanakan dengan-nya, maka sesuatu (yang membuat sempurna) itu wajib”.

Islam bukan “dien- individual” Islam, tapi Islam adalah ad-dien ummah wahidah, satu tanah air satu tubuh Islam menyeru pada ke-satu-padu-an kaum muslimin.

Allah berfirman;
“dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali (Ad-Dien) Allah, dan jaganlah bercerai-berai..” (Ali Imran: 103)

☀ Jama’ah Harus Memiliki Manhaj, Pimpinan dan Anggota.

Imam Hasan al-Banna mengatakan : “mengulang kaji seluruh organisasi atau riwayat bangsa-bangsa, anda akan mendapati bahwa asas keberhasilan, kebangkitan dan pembangunannya adalah adalah adanya manhaj…”. Maka, satu jama’ah tidak akan bernilai jika pimpinanan tidak berwibawa dan tidak ditaati anggotanya dalam persoalan yang ma’ruf, bukan dalam persoalan yang munkar dan maksiat.

Pimpinan dalam satu jama’ah, ibarat kepala bagi tubuh. Pimpinan juga merupakan lambang kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin shaff. Persatuan adalah lambang kekuatan, namun pimpinan tidak boleh hanya sebatas lambang. Maka, pimpinan memerlukan kemampuan, kelayakkan dan keprimaan. Selain itu pimpinan tidak boleh bertindak secara inkonstitusional, ia harus tunduk pada ketentuan jama’ah. Kita harus berhati-hati dalam memilih pimpinan.

Jangan memilih pimpinan secara pilih-kasih dan kong kali-kong-(Hadis dari Ibnu Abbas, riwayat al-Hakam dan disahkan oleh Syuyuthi), selanjutnya tidak boleh memberikan jabatan/amanah pada orang yang memintanya- (Hadis dari Abu Musa, riwayat Syaikhan, abu Daud dan Nasa’I).

Sebagaimana dalam Sirah Rasulullah, tampak jelas bahwa beliau mendidik dan membina generasi muslim pertama dengan ajaran Al-Qur’an. Mereka menjadi tiang-pondasi kuat bagi Daulah Islamiyyah di Madinah. Nabi mempersatukan kaum muslim dalam ikatan “persaudaraan “ se-Aqidah-Islam. Tajjarut----Ta’rief----Tanfidz.

Senin, 09 Januari 2017

Tautan Ukhuwah Beraroma Surga


Surga..tempat abadi dengan limpahan kenikmatan yang tiada tandingannya dan tidak dapat dijumpai di dunia. Allah telah menjelaskan dalam Alquran siapa saja yang akan menjadi penghuni surga. Lalu apa hubungannya dengan ukhuwah?
Secara etimologis, ukhuwah berarti persaudaraan, dalam Islam dikenal istilah ukhuwah Islamiyah yang bermakna persaudaraan Islam. Adapun secara istilah ukhuwah Islamiyah adalah kekuatan iman dan spiritual yang dikaruniakan Allah kepada hambaNya yang beriman dan bertakwa yang menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah.
Sejenak mengenang perjalanan hijrah Rasulullah SAW, suatu hari ketika Abu Bakar ash Shiddiq mendampingi Rasulullah SAW dalam hijrahnya menghindari kejaran kaum Quraisy dan bersembunyi dalam gua Tsur. Ketika beberapa orang Quraisy mengetahui tempat persembunyian mereka, Abu Bakar mulai resah. Bulir air mata Abu Bakar jatuh ke pipi Rasulullah SAW yang sedang berbaring di pangkuan Abu Bakar. Rasulullah terbangun dan berkata, “Janganlah bersedih, Abu Bakar. Allah bersama kita.” Sebuah perkataan lembut dari Rasulullah SAW yang mampu menguatkan hati Abu Bakar.
Begitulah indahnya ukhuwah karena iman, saling menguatkan, saling menasehati ketika yang lain khilaf, saling menjaga agar selalu dalam kebaikan, dan saling berbagi. Belajar untuk saling berlemah lembut, mencintai, mengasihi, menghormati, mengokohkan, memaafkan, dan saling mempercayai. Begitulah indahnya ukhuwah, ketika ruh-ruh diakrabkan oleh iman bagaikan cahaya di atas cahaya, sebuah anugerah tiada tara dari Allah bagi para mukmin dengan menautkan hati mereka dalam iman.
Menurut ustadz Salim A.Fillah, ukhuwah adalah ruh-ruh yang diakrabkan oleh iman.
Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. Dalam Islam, diajarkan bahwa sesama muslim hendaknya saling mendoakan, bagi yang telah meninggal maka kewajiban muslim yang masih hidup untuk mendoakannya, sesuai dengan terjemahan ayat berikut ini:
"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu." (QS. Muhammad : 19)
Ukhuwah Islamiyah memiliki sejumlah tahapan, seorang muslim tidak dapat menggapainya tanpa melaluinya. Tiap tahapan ini memiliki rambu-rambu dan etika-etikanya, yang akan berujung pada ukhuwah Islamiah yang kokoh.
1. Ta'aruf (saling mengenal)
"Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling taqwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al Hujurat:13)
Hal ini mengharuskan seorang muslim mengenal saudaranya. Bahkan harus mengetahui hal-hal yang disukai dan hal-hal yang tidak disukainya hingga dapat membantunya jika ia berbuat baik, memohonkan ampun untuknya jika ia berdosa, mendoakan untuknya dengan kebaikan jika tidak berada di tempat dan mencintainya jika ia bertaubat.
2. Ta'aluf (saling bersatu)
Bermakna bersatunya seorang muslim dengan muslim lainnya.
"Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara." (QS. Ali Imran: 103)
Rasulullah SAW bersabda :
"Ruh-ruh itu ibarat tentara-tentara yang terkoordinasi; yang saling mengenal niscaya bersatu, sedangkan yang tidak saling mengenal niscaya berpisah." (HR. Muslim)
Maka salah satu kewajiban ukhuwah hendaknya seorang muslim melakukan hal-hal yang bisa menyatukan dirinya dengan saudaranya.
3. Tafahum (saling memahami)
Diawali dengan kesepahaman dalam prinsip-prinsip pokok ajaran Islam, lalu dalam masalah-masalah cabang yang juga perlu dipahami secara bersama. Seorang muslim yang berusaha mencapai tingkat tafahum dituntut agar mampu mengendalikan diri, menguasai perasaan dan emosi serta mengarahkan tingkah lakunya dan pergaulan ke arah kemanusiaan yang bermartabat, bersopan santun dan bertenggang rasa, tidak melukai perasaan atau menyakiti hati orang lain tanpa alasan.
Akhlak yang baik dapat mengubah lawan yang dibenci menjadi kawan yang disenangi. Itu lebih baik daripada menambah musuh. Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.
"..Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkan-lah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (QS. Ali Imran:159)
4. Riayah (perhatian)
"Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Salah satu bentuk perhatian adalah hendaknya seorang muslim menutupi aib saudaranya.
"Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba yang lain kecuali Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat." (HR. Muslim)
Bentuk perhatian lainnya adalah berusaha untuk menghilangkan kecemasan saudaranya apabila sedang tertimpa kecemasan, meringankan kesulitan yang dihadapinya dan membantunya dalam memenuhi kebutuhannya serta memenuhi hak-hak saudaranya.
Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam. Ditanyakan, apakah keenam hak itu wahai Rasulullah? Beliau bersabda:
"Jika engkau berjumpa dengannya maka ucapkanlah salam, jika ia mengundang maka penuhilah undangannya, jika ia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, jika ia bersin lalu memuji Allah maka ucapkanlah: yarhamukallah, jika ia sakit maka kunjungilah, dan jika ia meninggal maka antarkanlah jenazahnya". (HR. Muslim)
5. Taawun (saling membantu)
Allah SWT telah memerintahkan hamba-hambaNya yang beriman untuk bantu-membantu dalam melaksanakan kebaikan dan dalam meninggalkan kemungkaran.
Indikasi-indikasi taawun yang dilaksanakan oleh orang-orang yang berukhuwah dalam Islam diantaranya:
- Taawun dalam memerintahkan yang ma'ruf, mengamalkan kebaikan, dan melaksanakan ketaatan sesuai dengan petunjuk Islam. Sebaik-baik sahabat adalah yang mengingatkanmu apabila lupa dan membantumu apabila ingat.
- Taawun dalam meninggalkan kemungkaran, hal yang diharamkan dan bahkan hal yang makruh
- Taawun dalam upaya mengubah manusia dari satu keadaan kepada keadaan lain yang lebih diridhai Allah SWT.
6. Tanashur (saling menolong)
Masih sejenis dengan ta'awun, tetapi memiliki pengertian yang lebih dalam dan lebih menggambarkan makna cinta dan loyalitas. Tanashur diantara dua orang yang berukhuwah dalam Islam memiliki banyak makna, di antaranya:
- Seseorang tidak menjerumuskan saudaranya kepada sesuatu yang buruk atau dibenci
- Mencegah saudaranya dan menolongnya dari setan yang membisikkan kejahatan kepadanya dan dari pikiran-pikiran yang buruk yang terlintas pada dirinya untuk menunda pelaksanaan amal kebaikan
- Menolong menghadapi setiap orang yang menghalanginya dari jalan kebenaran
- Menolongnya, baik saat menzhalimi (dengan cara mencegahnya dari perbuatan zhalim) maupun saat dizhalimi (dengan berusaha menghindarkannya dari kezhaliman yang menimpanya)
Tidak akan terjadi tanashur diantara orang-orang yang bersaudara dalam Islam kecuali masing-masing bersedia memberikan pengorbanan untuk saudaranya, baik pengorbanan waktu, tenaga, maupun harta.
7. Itsar (mendahulukan kepentingan saudaranya daripada kepentingan dirinya sendiri)*
Suatu episode lain dari sekian puluh kejadian-kejadian kisah Rasulullah SAW dan para sahabat, adalah Abdurrahman bin Auf yang Muhajirin dan Saad bin Rabi yang Anshar. Selayaknya kaum Muhajirin yang meninggalkan kampung halaman tanpa banyak perbekalan, Ibnu Auf mulanya jelas terbilang miskin. Sebaliknya Saad bin Rabi adalah aghniya, hartawan dengan kekayaan melimpah. Keduanya dipersaudarakan oleh Rasulullah saw.
Terjadilah dialog dengan muatan ruh ukhuwah Islamiyah sejati antara keduanya.
"Berkata Saad, "Akhi, aku adalah penduduk Madinah yang kaya. Pilih separuh hartaku dan ambillah! Dan aku punya dua istri, pilih yang menarik hatimu, biar nanti kucerai salah satunya hingga engkau bisa memperistrikannya."
Dengan penuh kasih Abdurrahman bin Auf menjawab, "Semoga Allah merahmatimu, harta dan istri-istrimu. Sekarang, tolong tunjukkan di mana letak pasar, biar aku bisa berdagang."
Penggalan kisah diatas merupakan kisah sejati yang menggambarkan ruh itsar kepada kita.