Sabtu, 22 April 2017

OASE DAKWAH

*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 20 April 2017


*Perpisahan yang Dirindukan*
Oleh : A.Asriana G 1216(Juara 1 Sayembara Oase Dakwah)


Dunia yang penuh keindahan sesaat,
dunia yang dapat menjadikan iman menjadi sekarat,
indah sekejap mata namun menuntun ke neraka.

Putaran roda zaman menyita usia,
raga yang lelah pun mulai meronta,
bukan karena tiada cinta di jiwa,
bukan pula karena tak merengkuh bahagia.

Indahnya dunia tak menggoyahkan iman,
karena cinta pada-Nya mengisi napas kehidupan,
hebatnya cobaan tak melemahkan diri, karena kesabaran merajai hati.

Betapa indahnya hidup seorang mukmin,
menyusuri dunia fana  meraih manisnya iman,
selalu siap dengan panggilan Rabb-Nya,
karena kematian akan menghampiri kapan saja.

Betapa indahnya hidup seorang mukmin,
takkan sedih berpisah dengan dunia,
karena perpisahan yang dirindukan,
adalah perpisahan dengan dunia,
menuju Rabb-Nya,
meraih syurga-Nya.

"(Yaitu) orang-orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka'." (QS. Ali Imran : 16)


◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/232/20/04/2017
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

Rabu, 19 April 2017

⭐⭐⭐

Andi Asriana (mengutip dari Fiqh Dakwah Mustafa Mansyur)


☀Kewajiban Ber’amal Jama’i

Karakter dakwah Islamiyyah saat ini mewajibkan setiap muslim bergerak dan berusaha mewujudkan seluruh tuntutan Islam.

Setiap muslim wajib berusaha mewujudkan dan menegakkan Daulah Islamiyyah ‘Alamiyyah, suatu pemerintahan Islam internasional. Tujuan tersebut hanya dapat dicapai dengan amal jama’i. Maka amal jama’i adalah wajib, sebagaimana kaidah ushul fiqh “suatu yang tidak sempurna pelaksanaannya kecuali dilaksanakan dengan-nya, maka sesuatu (yang membuat sempurna) itu wajib”.

Islam bukan “dien- individual” Islam, tapi Islam adalah ad-dien ummah wahidah, satu tanah air satu tubuh Islam menyeru pada ke-satu-padu-an kaum muslimin.

Allah berfirman;
“dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali (Ad-Dien) Allah, dan jaganlah bercerai-berai..” (Ali Imran: 103)

☀ Jama’ah Harus Memiliki Manhaj, Pimpinan dan Anggota.

Imam Hasan al-Banna mengatakan : “mengulang kaji seluruh organisasi atau riwayat bangsa-bangsa, anda akan mendapati bahwa asas keberhasilan, kebangkitan dan pembangunannya adalah adalah adanya manhaj…”. Maka, satu jama’ah tidak akan bernilai jika pimpinanan tidak berwibawa dan tidak ditaati anggotanya dalam persoalan yang ma’ruf, bukan dalam persoalan yang munkar dan maksiat.

Pimpinan dalam satu jama’ah, ibarat kepala bagi tubuh. Pimpinan juga merupakan lambang kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin shaff. Persatuan adalah lambang kekuatan, namun pimpinan tidak boleh hanya sebatas lambang. Maka, pimpinan memerlukan kemampuan, kelayakkan dan keprimaan. Selain itu pimpinan tidak boleh bertindak secara inkonstitusional, ia harus tunduk pada ketentuan jama’ah. Kita harus berhati-hati dalam memilih pimpinan.

Jangan memilih pimpinan secara pilih-kasih dan kong kali-kong-(Hadis dari Ibnu Abbas, riwayat al-Hakam dan disahkan oleh Syuyuthi), selanjutnya tidak boleh memberikan jabatan/amanah pada orang yang memintanya- (Hadis dari Abu Musa, riwayat Syaikhan, abu Daud dan Nasa’I).

Sebagaimana dalam Sirah Rasulullah, tampak jelas bahwa beliau mendidik dan membina generasi muslim pertama dengan ajaran Al-Qur’an. Mereka menjadi tiang-pondasi kuat bagi Daulah Islamiyyah di Madinah. Nabi mempersatukan kaum muslim dalam ikatan “persaudaraan “ se-Aqidah-Islam. Tajjarut----Ta’rief----Tanfidz.