Sabtu, 13 Januari 2018
Agar Pernikahan Dini Menjadi Solusi Tanpa Kontroversi, Siapkan Diri dengan Ini! (telah terbit di Bernas.id)
Bernas.id - Tantangan hati single zaman now lebih berat bila dibandingkan zaman old. Pergaulan bebas, adab terhadap lawan jenis yang tidak terbatas, percakapan sering menyalahi norma dan tatanan kehidupan beragama. Menurut bunda Rochma Yulika seorang pegiat dakwah dari Yogyakarta, salah satu solusi agar tak terperangkap dalam kenistaan adalah pernikahan dini. Ketika solusi itu diambil, bukan hanya serta merta anak usia lepas SMA ingin menikah, ada jodoh maka selesailah urusan. Tidak sesimpel itu.
Menikah bukan hanya..
Baca kelanjutannya di
https://m.bernas.id/57552-agar-pernikahan-dini-menjadi-solusi-tanpa-kontroversi-siapkan-diri-dengan-ini.html
pribadi yang sederhana..aku seorang ODOJer,
waktu tak dapat diulang..maka ukirlah hal bermanfaat di setiap langkahmu menyusuri waktu
Kamis, 11 Januari 2018
Ini Nih Solusi Segala Permasalahan!
Salah satu ciri khusus bahwa kita berpijak di dunia adalah masalah, yang tidak akan pernah hilang dari kehidupan manusia. Siapapun yang masih hidup di bumi ini pasti akan menghadapi masalah, pada prinsipnya setiap jiwa memiliki masalah.
Allah sebagai pencipta alam semesta telah mengetahui dan telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapinya yakni shalat dan sabar.
1. Shalat
"Hai orang-orang yang beriman, jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnha Allah bersama orang-orang yang sabar" (QS. Al Baqarah:153)
Aidh Al Qarni dalam buku La Tahzan menjelaskan jika hati terasa sangat rumit dan sangat banyak masalah, maka bersegeralah untuk shalat.
"Dan perintahkan kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya."(QS. Thaha:132)
Jadi shalat sebenarnya bukan semata ritual, tetapi sumber menyedot dan menyadap kekuatan Ilahiyah agar setiap jiwa mampu menghadapi masalah dengan tenang, cerdas dan bijak. Sebab dalam shalat ada masa dimana Allah sangat dekat pada seorang hamba yakni di saat sujud.
"Sedekat dekat seorg hamba kpd Tuhannya yaitu ketika ia sujud maka perbanyaklah berdoa d dlm sujud."(HR. Muslim)
Dengan demikian mari kita jadikan shalat sebagai media penting dalam hidup kita untuk benar-benar dekat kepada Allah dalam mentelesaikan setiap masalah. Bukan sekadar penggugur kewajiban dan kurang antusias menjalankannya.
2. Sabar
Menurut Aidh Al Qarni sabar adalah kemampuan jiwa untuk senantiasa berlapang dada, berkemauan keras serta memiliki ketabahan yang besar dalam menghadapi masalah kehidupan.
Bahkan tdk ada masalah yang tidak dapat diatasi dengan sabar, insya Allah.
"Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan . Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."(QS. Al Baqarah:155)
3. Istighfar dan bertaubat
Ketahuilah jalan keluar dari itu semua adalah dengan cara memperbanyak permohonan ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita.
Allah ta’ala berfirman,
“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, karena sesungguhnya Dia adalah Sang Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat. Dan memperbanyak harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun, serta mengadakan (pula di dalamnya) untuk kalian sungai-sungai.” (QS. Nuh:10-12)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah merubah setiap kesedihannya menjadi kegembiraan. Allah Azza wa Jalla memberikan solusi dari setiap kesempitannya (kesulitannya), dan Allah anugerahkan rizki dari jalur yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad dan al-Hakim)
Jadi istighfar adalah solusi dari permasalahan kita dan menjadi sebab datangnya kebahagiaan. Tapi perlu dipahami bahwa tidak semua istighfar bermanfaat bagi pelakunya. Istighfar yang bermanfaat yaitu istighfar/permohonan ampun yang jujur dari lubuk hati yang paling dalam dan benar-benar menyesali perbuatan dosanya.
Dengan demikian jangan bersedih apalagi putus asa. Biarlah masalah mewarnai hidup kita, bagaimanapun dan sebesar apapun itu pasti akan sirna seiring kita memohon petunjuk dan solusi kepada Allah dengan sabar dan shalat. Allah sudah berjanji dan pasti ditepati, yakinkan diri.
Allah sebagai pencipta alam semesta telah mengetahui dan telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapinya yakni shalat dan sabar.
1. Shalat
"Hai orang-orang yang beriman, jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnha Allah bersama orang-orang yang sabar" (QS. Al Baqarah:153)
Aidh Al Qarni dalam buku La Tahzan menjelaskan jika hati terasa sangat rumit dan sangat banyak masalah, maka bersegeralah untuk shalat.
"Dan perintahkan kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya."(QS. Thaha:132)
Jadi shalat sebenarnya bukan semata ritual, tetapi sumber menyedot dan menyadap kekuatan Ilahiyah agar setiap jiwa mampu menghadapi masalah dengan tenang, cerdas dan bijak. Sebab dalam shalat ada masa dimana Allah sangat dekat pada seorang hamba yakni di saat sujud.
"Sedekat dekat seorg hamba kpd Tuhannya yaitu ketika ia sujud maka perbanyaklah berdoa d dlm sujud."(HR. Muslim)
Dengan demikian mari kita jadikan shalat sebagai media penting dalam hidup kita untuk benar-benar dekat kepada Allah dalam mentelesaikan setiap masalah. Bukan sekadar penggugur kewajiban dan kurang antusias menjalankannya.
2. Sabar
Menurut Aidh Al Qarni sabar adalah kemampuan jiwa untuk senantiasa berlapang dada, berkemauan keras serta memiliki ketabahan yang besar dalam menghadapi masalah kehidupan.
Bahkan tdk ada masalah yang tidak dapat diatasi dengan sabar, insya Allah.
"Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan . Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."(QS. Al Baqarah:155)
3. Istighfar dan bertaubat
Ketahuilah jalan keluar dari itu semua adalah dengan cara memperbanyak permohonan ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita.
Allah ta’ala berfirman,
“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, karena sesungguhnya Dia adalah Sang Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat. Dan memperbanyak harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun, serta mengadakan (pula di dalamnya) untuk kalian sungai-sungai.” (QS. Nuh:10-12)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah merubah setiap kesedihannya menjadi kegembiraan. Allah Azza wa Jalla memberikan solusi dari setiap kesempitannya (kesulitannya), dan Allah anugerahkan rizki dari jalur yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad dan al-Hakim)
Jadi istighfar adalah solusi dari permasalahan kita dan menjadi sebab datangnya kebahagiaan. Tapi perlu dipahami bahwa tidak semua istighfar bermanfaat bagi pelakunya. Istighfar yang bermanfaat yaitu istighfar/permohonan ampun yang jujur dari lubuk hati yang paling dalam dan benar-benar menyesali perbuatan dosanya.
Dengan demikian jangan bersedih apalagi putus asa. Biarlah masalah mewarnai hidup kita, bagaimanapun dan sebesar apapun itu pasti akan sirna seiring kita memohon petunjuk dan solusi kepada Allah dengan sabar dan shalat. Allah sudah berjanji dan pasti ditepati, yakinkan diri.
pribadi yang sederhana..aku seorang ODOJer,
waktu tak dapat diulang..maka ukirlah hal bermanfaat di setiap langkahmu menyusuri waktu
Kamis, 04 Januari 2018
Cinta Versi Diriku
oleh: Andi Asriana
Jika engkau tanya hatiku akan makna cinta,
mungkin engkau akan berlalu dengan biasa saja.
Aku bukan fisikawan yang mengerti partikel pembentuk cinta,
bukan pula sastrawan yang pandai meracik syair cinta.
Yang aku tahu..
cinta mewarnai hidupku,
melukis pelangi dalam hatiku,
merenda asa dalam kisahku.
Untuk kalian yang aku rindu meski tak pernah beradu pandang,
ku yakin cinta Allah pada kalian yang menuntun rinduku kian berdendang.
Karena cinta Sang Pemilik Cinta yang menautkan hati kita,
mampu menundukkan semesta tuk mencintai yang dicintai-Nya.
pribadi yang sederhana..aku seorang ODOJer,
waktu tak dapat diulang..maka ukirlah hal bermanfaat di setiap langkahmu menyusuri waktu
Tetap Produktif Meski Jadi Pengangguran. Cek Disini!
Tidak ada orang yang ingin menjadi pengangguran. Menurut wikipedia.org pengangguran mempunyai jam kerja yang kurang dari dua hari dalam seminggu.
Islam juga membenci pengangguran. Syekh Shalih Al Fauzan hafizhahullah berkata:
"Dahulu Umar bin Khaththab memukul orang yang beliau temui menganggur, memukulnya dengan cambuk dan menyuruhnya agar berusaha dan mencari rezeki."
Namun yang dimaksud pengangguran yang dibenci adalah orang dengan kondisi sehat yang tidak mau bekerja padahal mempunyai banyak peluang. Atau orang sehat yang tidak punya pekerjaan tetapi tidak berusaha mencari kerja atau hal bermanfaat lainnya. Kondisi ini karena faktor kemalasan.
Agar tetap produktif meski menganggur maka hindarilah hal-hal yang menumbuhkan kemalasan, teruslah melakukan hal bermanfaat seperti menghadiri majelis ilmu atau aktif dalam kegiatan di masyarakat.
Selain itu, dikutip dari Merdeka.com ada 10 hal menurut Forbes yang perlu dilakukan selama menganggur:
1. Bekerja kontrak atau paruh waktu
Agar orang lain dapat melihat kemampuan dan hasil kerja kita. Jika melakukan pekerjaan yang bagus, walaupun hanya bekerja secara kontrak maka bisa direkomendasikan untuk menempati posisi pegawai tetap.
2. Mengikuti pelatihan
Jangan berhenti belajar bahkan saat bekerja, maka belajar selama belum bekerja untuk meningkatkan kemampuan itu baik.
3. Menjadi relawan
Sekitar 60% manajer HRD berpendapat bahwa menjadi relawan akan menaikkan "harga" kita. Menjadi relawan menunjukkan bahwa kita tidak hanya memikirkan gaji tetapi juga peduli sesama. Ketika merekrut calon pekerja, mereka tak hanya melihat kemampuan tetapi juga karakter kandidat.
4. Memulai wirausaha
Memulai usaha sendiri bisa jadi cukup sulit dan membutuhkan biaya. Namun 28% orang menyarankan ini. Jika memiliki biaya dan kemampuan yang dibutuhkan, maka usaha sendiri dapat menjadi jalan keluar sekaligus nilai tambah.
5. Memulai blog profesional
Dapat menjadi ajang "menjual diri" kita. Tidak hanya menunjukkan kualitas kita namun komitmen pada bidang yang diminati.
6. Mengikuti perkembangan berita mengenai kesempatan kerja dan bidang yang diminati
Ahli di CareerBuilder mengatakan bahwa teknologi informasi sangat penting untuk membuat kita selalu tahu informasi terbaru mengenai bidang yang diminati.
7. Aktif berkreasi
Menggali ide baru, calon pekerja yang datang dengan ide segar dan kemampuan yang baik akan sangat berharga.
8. Menjalin koneksi
Mencari informasi ppekerjaan dari pegawai yang sudah bekerja di sana, saran dan rekomendasi pegawai tetap dalam perusahaan biasanya lebih dipercaya. Menjalin hubungan baik dengan banyak orang tak akan merugikan, bisa jadi pekerjaan impian muncul dari orang lain.
9. Rutin menghubungi
Penting untuk sering menghubungi perusahaan bahwa kita benar-benar berminat. Sertakan juga ucapan terima kasih untuk peluang yang diberikan.
10. Selalu memakai kata kunci
Jika aktif mencari pekerjaan, selalu ada waktu untuk mengedit lamaran kerja. Ingatlah untuk selalu menggunakan kata kunci.
Nah, menjadi produktif itu lebih baik daripada merawat kemalasan.
Islam juga membenci pengangguran. Syekh Shalih Al Fauzan hafizhahullah berkata:
"Dahulu Umar bin Khaththab memukul orang yang beliau temui menganggur, memukulnya dengan cambuk dan menyuruhnya agar berusaha dan mencari rezeki."
Namun yang dimaksud pengangguran yang dibenci adalah orang dengan kondisi sehat yang tidak mau bekerja padahal mempunyai banyak peluang. Atau orang sehat yang tidak punya pekerjaan tetapi tidak berusaha mencari kerja atau hal bermanfaat lainnya. Kondisi ini karena faktor kemalasan.
Agar tetap produktif meski menganggur maka hindarilah hal-hal yang menumbuhkan kemalasan, teruslah melakukan hal bermanfaat seperti menghadiri majelis ilmu atau aktif dalam kegiatan di masyarakat.
Selain itu, dikutip dari Merdeka.com ada 10 hal menurut Forbes yang perlu dilakukan selama menganggur:
1. Bekerja kontrak atau paruh waktu
Agar orang lain dapat melihat kemampuan dan hasil kerja kita. Jika melakukan pekerjaan yang bagus, walaupun hanya bekerja secara kontrak maka bisa direkomendasikan untuk menempati posisi pegawai tetap.
2. Mengikuti pelatihan
Jangan berhenti belajar bahkan saat bekerja, maka belajar selama belum bekerja untuk meningkatkan kemampuan itu baik.
3. Menjadi relawan
Sekitar 60% manajer HRD berpendapat bahwa menjadi relawan akan menaikkan "harga" kita. Menjadi relawan menunjukkan bahwa kita tidak hanya memikirkan gaji tetapi juga peduli sesama. Ketika merekrut calon pekerja, mereka tak hanya melihat kemampuan tetapi juga karakter kandidat.
4. Memulai wirausaha
Memulai usaha sendiri bisa jadi cukup sulit dan membutuhkan biaya. Namun 28% orang menyarankan ini. Jika memiliki biaya dan kemampuan yang dibutuhkan, maka usaha sendiri dapat menjadi jalan keluar sekaligus nilai tambah.
5. Memulai blog profesional
Dapat menjadi ajang "menjual diri" kita. Tidak hanya menunjukkan kualitas kita namun komitmen pada bidang yang diminati.
6. Mengikuti perkembangan berita mengenai kesempatan kerja dan bidang yang diminati
Ahli di CareerBuilder mengatakan bahwa teknologi informasi sangat penting untuk membuat kita selalu tahu informasi terbaru mengenai bidang yang diminati.
7. Aktif berkreasi
Menggali ide baru, calon pekerja yang datang dengan ide segar dan kemampuan yang baik akan sangat berharga.
8. Menjalin koneksi
Mencari informasi ppekerjaan dari pegawai yang sudah bekerja di sana, saran dan rekomendasi pegawai tetap dalam perusahaan biasanya lebih dipercaya. Menjalin hubungan baik dengan banyak orang tak akan merugikan, bisa jadi pekerjaan impian muncul dari orang lain.
9. Rutin menghubungi
Penting untuk sering menghubungi perusahaan bahwa kita benar-benar berminat. Sertakan juga ucapan terima kasih untuk peluang yang diberikan.
10. Selalu memakai kata kunci
Jika aktif mencari pekerjaan, selalu ada waktu untuk mengedit lamaran kerja. Ingatlah untuk selalu menggunakan kata kunci.
Nah, menjadi produktif itu lebih baik daripada merawat kemalasan.
pribadi yang sederhana..aku seorang ODOJer,
waktu tak dapat diulang..maka ukirlah hal bermanfaat di setiap langkahmu menyusuri waktu
Senin, 01 Januari 2018
Agar Hidup Lebih Teratur, Ini Tipsnya!
Banyak orang yang mengeluh ada pekerjaannya yang terbengkalai karena waktunya habis untuk menyelesaikan satu kegiatan saja, kadang tidak memahami bagaimana orang lain dapat menunaikan tugas yang lebih banyak dengan waktu yang sama, ternyata orang tersebut mengetahui cara mengerjakan tugas secara efektif.
Islam telah memberi tuntunan untuk segala hal termasuk menganjurkan agar manusia dapat teratur dalam urusannya. Misalnya dalam kehidupan rumah tangga, tidak setiap hari ibu harus berlama-lama di dapur, cukup sepekan sekali saja. Semua lauk pauk dapat disiapkan dan disimpan di lemari es, memasak harian hanya sayur saja.
Seperti yang dikemukakan oleh ustadzah Eko Yuliarti seorang pendidik, penulis dan aktivis muslimah dari Depok bahwa teratur dalam segala urusan merupakan salah satu karakter muslim yang tangguh.
Salah satu ayat yang menjadi landasannya adalah:
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan bershaf-shaf (dalam barisan yang teratur)...." (QS. As-Shaff:4)
Tertib atau teraturnya seorang muslim meliputi seluruh aktivitas hidupnya. Yang dapat dibagi ke dalam tiga wilayah yaitu:
1. Kehidupan pribadi, seperti teratur dalam membagi waktu, memenuhi kebutuhan jasmani dengan menjaga kesehatan (pola makan dan pola hidup), dalam menunaikan kebutuhan rohani dengan amal-amal yang mendekatkan diri kepada Allah, menjaga asupan nutrisi akal dengan meningkatkan pengetahuan, memperkuat mental dengan melakukan segala perbuatan yang dilandasi oleh ikhlas, sabar, syukur yang dilakukan dengan riang gembira.
2. Dalam keluarga, mulai dari mengikuti tahap-tahap membentuk keluarga, melakukan berbagai perencanaan dalam keluarga, mengatur peran dalam keluarga, mengatur keuangan, mendidik anak dan sebagainya.
3. Dalam bermasyarakat. Contoh sederhana bagaimana kita mengatur waktu, kontribusi dan potensi kita dan keluarga untuk terlibat dalam pembangunan masyarakat.
Jika ingin menanamkan keteraturan yang berkesinambungan maka kita harus memahami fikih prioritas.
Di antara kaidah umum fikih prioritas yaitu :
1. Mendahulukan urusan yang penting dan mudah daripada urusan yang penting tapi susah.
2. Mendahulukan urusan yang menghabiskan waktu singkat daripada urusan yang memerlukan waktu banyak.
3. Mendahulukan urusan yang manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan yang manfaatnya sedikit.
4. Mendahulukan sesuatu yang dilandasi oleh satu urusan atau lebih dibanding sesuatu yang tidak ada landasannya.
5. Mendahulukan urusan yang kesempatannya hanya datang satu kali daripada urusan yang kesempatannya datang seringkali.
6. Mendahulukan urusan yang berisi kemuliaan dan keutamaan daripada urusan yang tanpa kemuliaan dan keutamaan.
Selain itu, seorang muslim perlu membiasakan diri menerapkan langkah-langkah manajemen yaitu:
1. Planning (perencanaan); Rasulullah SAW mengutus Mush'ab bin Umair ke Madinah sebelum beliau berhijrah. Mush'ab melakukan survey lapangan dan sensus sehingga Rasulullah memiliki bahan untuk membuat perencanaan apa yang akan beliau lakukan di Madinah.
2. Organizing (pengorganisasian); Rasulullah SAW mengorganisasikan sumber daya yang dapat dimanfaatkan dalam perjalanan hijrah. Pengorganisasian SDM dengan meminta Ali menggantikan beliau tidur di tempat tidurnya, menugaskan Asma mensuplai makanan, menugaskan Abdullah bin Abu Bakar menyampaikan berbagai informasi dan menjadikan Abdullah bin Uraiqith sebagai navigator.
3. Actuating (menjalankan aksi); setelah perencanaan dan pengorganisasian matang, tanpa menunda waktu, Rasulullah segera melakukan hijrah.
4. Controlling; seluruh aktivitas yang dijalankan harus berada dalam kontrol kita. Jangan melakukan aktivitas diluar rencana kecuali jika sangat mendesak.
5. Evaluating; evaluasi bukan akhir dari sebuah aktivitas, karena setelahnya kita perlu memulai dengan planning lagi. Karena evaluasi tidak akan bermanfaat jika tidak diberikan follow up.
Semoga kita dapat istiqamah menjaga keteraturan dalam segala aspek kehidupan.
Islam telah memberi tuntunan untuk segala hal termasuk menganjurkan agar manusia dapat teratur dalam urusannya. Misalnya dalam kehidupan rumah tangga, tidak setiap hari ibu harus berlama-lama di dapur, cukup sepekan sekali saja. Semua lauk pauk dapat disiapkan dan disimpan di lemari es, memasak harian hanya sayur saja.
Seperti yang dikemukakan oleh ustadzah Eko Yuliarti seorang pendidik, penulis dan aktivis muslimah dari Depok bahwa teratur dalam segala urusan merupakan salah satu karakter muslim yang tangguh.
Salah satu ayat yang menjadi landasannya adalah:
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan bershaf-shaf (dalam barisan yang teratur)...." (QS. As-Shaff:4)
Tertib atau teraturnya seorang muslim meliputi seluruh aktivitas hidupnya. Yang dapat dibagi ke dalam tiga wilayah yaitu:
1. Kehidupan pribadi, seperti teratur dalam membagi waktu, memenuhi kebutuhan jasmani dengan menjaga kesehatan (pola makan dan pola hidup), dalam menunaikan kebutuhan rohani dengan amal-amal yang mendekatkan diri kepada Allah, menjaga asupan nutrisi akal dengan meningkatkan pengetahuan, memperkuat mental dengan melakukan segala perbuatan yang dilandasi oleh ikhlas, sabar, syukur yang dilakukan dengan riang gembira.
2. Dalam keluarga, mulai dari mengikuti tahap-tahap membentuk keluarga, melakukan berbagai perencanaan dalam keluarga, mengatur peran dalam keluarga, mengatur keuangan, mendidik anak dan sebagainya.
3. Dalam bermasyarakat. Contoh sederhana bagaimana kita mengatur waktu, kontribusi dan potensi kita dan keluarga untuk terlibat dalam pembangunan masyarakat.
Jika ingin menanamkan keteraturan yang berkesinambungan maka kita harus memahami fikih prioritas.
Di antara kaidah umum fikih prioritas yaitu :
1. Mendahulukan urusan yang penting dan mudah daripada urusan yang penting tapi susah.
2. Mendahulukan urusan yang menghabiskan waktu singkat daripada urusan yang memerlukan waktu banyak.
3. Mendahulukan urusan yang manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan yang manfaatnya sedikit.
4. Mendahulukan sesuatu yang dilandasi oleh satu urusan atau lebih dibanding sesuatu yang tidak ada landasannya.
5. Mendahulukan urusan yang kesempatannya hanya datang satu kali daripada urusan yang kesempatannya datang seringkali.
6. Mendahulukan urusan yang berisi kemuliaan dan keutamaan daripada urusan yang tanpa kemuliaan dan keutamaan.
Selain itu, seorang muslim perlu membiasakan diri menerapkan langkah-langkah manajemen yaitu:
1. Planning (perencanaan); Rasulullah SAW mengutus Mush'ab bin Umair ke Madinah sebelum beliau berhijrah. Mush'ab melakukan survey lapangan dan sensus sehingga Rasulullah memiliki bahan untuk membuat perencanaan apa yang akan beliau lakukan di Madinah.
2. Organizing (pengorganisasian); Rasulullah SAW mengorganisasikan sumber daya yang dapat dimanfaatkan dalam perjalanan hijrah. Pengorganisasian SDM dengan meminta Ali menggantikan beliau tidur di tempat tidurnya, menugaskan Asma mensuplai makanan, menugaskan Abdullah bin Abu Bakar menyampaikan berbagai informasi dan menjadikan Abdullah bin Uraiqith sebagai navigator.
3. Actuating (menjalankan aksi); setelah perencanaan dan pengorganisasian matang, tanpa menunda waktu, Rasulullah segera melakukan hijrah.
4. Controlling; seluruh aktivitas yang dijalankan harus berada dalam kontrol kita. Jangan melakukan aktivitas diluar rencana kecuali jika sangat mendesak.
5. Evaluating; evaluasi bukan akhir dari sebuah aktivitas, karena setelahnya kita perlu memulai dengan planning lagi. Karena evaluasi tidak akan bermanfaat jika tidak diberikan follow up.
Semoga kita dapat istiqamah menjaga keteraturan dalam segala aspek kehidupan.
pribadi yang sederhana..aku seorang ODOJer,
waktu tak dapat diulang..maka ukirlah hal bermanfaat di setiap langkahmu menyusuri waktu
Ingin Menjadi Pasangan yang Romantis? Ini Nih Caranya (telah dimuat di Bernas.id)
Ingin Menjadi Pasangan yang Romantis? Ini Nih Caranya!
23 Desember 2017
Bernas.id - Siapa sih yang tidak suka jika memiliki pasangan yang romantis? Selalu ada kejutan manis yang tersuguh saat bersamanya. Di dalam Islam, romantis sangat dianjurkan untuk dihadirkan oleh pasangan yang telah menikah.
Ada yang berprasangka bahwa Islam itu kaku termasuk dalam urusan ini padahal tidak benar, Rasulullah SAW adalah suami dan ayah yang romantis. Menurut bunda Rochma Yulika, seorang penulis, guru dan aktivis dakwah dari Yogyakarta. Untuk menjadi pasangan romantis, ini yang dapat kita lakukan:
1. Berupaya mengenal dan memahami
Dari sikap, cara bertutur bahkan kebiasaan pun mulai dikenali, dulu pada masa ta'aruf kan hanya sepintas, nah jika sudah masuk jenjang pernikahan mulai muncul aslinya. Maka belajar memahami menjadi keharusan, bukan bagaimana pasangan mengerti kamu tetapi seharusnya kamu bisa memahami pasanganmu.
2. Adanya perasaan timbal balik
Pekerjaan dilakukan bersama bahkan saling bergantian. Tidak selamanya suami bekerja di kantor atau di luar rumah saja, bolehlah di dapur membantu istri untuk memasak. Karena di masyarakat sudah terkonstruksi bahwa pekerjaan dapur itu hanya dilakukan oleh wanita sehingga kata sumur, dapur, jemur itu hanya untuk wanita.
3. Saling menghormati
Perasaan wanita dan pria itu tak sama. Jika belajar psikologi Adam dan Hawa maka kita akan mengerti mengapa wanita jauh lebih banyak berbicara daripada pria. Istri kadang hanya ingin dimengerti perasaannya, namun jangan hanya berharap. Lakukan hal yang sama kepada para suami. Sehingga selalu ada rasa saling menghormati.
Saling menghormati yang dimaksud adalah:
- Perkataan dan perasaan masing-masing
- Bakat dan kecenderungan serta kebiasaan masing-masing
- Menghargai latar belakang keluarga serta keadaan keluarga kedua belah pihak
4. Berusaha saling menyenangkan pasangan
Apa yang disukai pasangan haruslah kita mengerti sehingga pasangan merasa diperhatikan dan disayangi meski hanya hal kecil.
5. Mengatasi masalah bersama
Tertawa bersama, menangis bersama, menjalani jatuh bangun bersama seperti itu yang akan mengeratkan mahligai cinta antara suami istri.
6. Menerima segala kekurangan pasangan karena kita pun tidak sempurna
Dengan kekurangan kita saling melengkapi, selayaknya mur dan baut.
7. Berterus terang dengan pasangan
Komunikasi yang efektif memudahkan kita berbicara banyak hal. Namun tentunya tidak semua hal, bukan berarti kita bermaksud menyembunyikan sesuatu.
Misalnya saja kita tahu tentang seseorang yang memiliki banyak kekurangan, hal itu tidak perlu kita buka kepada pasangan.
Misalnya saja kita tahu tentang seseorang yang memiliki banyak kekurangan, hal itu tidak perlu kita buka kepada pasangan.
8. Kepedulian dan solidaritas
Memahami karakter pasangan menunjukkan sikap kepedulian. Memahami dengan cara menyikapi masalah pasangan secara bijaksana dan menjadi sandaran yang membantu untuk mencari solusi.
Semoga kita menjadi orang yang romantis, menghadirkan cinta dan keindahkeindahan bagi pasangan kita.
Penulis : Andi Asriana
pribadi yang sederhana..aku seorang ODOJer,
waktu tak dapat diulang..maka ukirlah hal bermanfaat di setiap langkahmu menyusuri waktu
Langganan:
Komentar (Atom)