Senin, 01 Januari 2018

Agar Hidup Lebih Teratur, Ini Tipsnya!

Banyak orang yang mengeluh ada pekerjaannya yang terbengkalai karena waktunya habis untuk menyelesaikan satu kegiatan saja, kadang tidak memahami bagaimana orang lain dapat menunaikan tugas yang lebih banyak dengan waktu yang sama, ternyata orang tersebut mengetahui cara mengerjakan tugas secara efektif.

Islam telah memberi tuntunan untuk segala hal termasuk menganjurkan agar manusia dapat teratur dalam urusannya. Misalnya dalam kehidupan rumah tangga, tidak setiap hari ibu harus berlama-lama di dapur, cukup sepekan sekali saja. Semua lauk pauk dapat disiapkan dan disimpan di lemari es, memasak harian hanya sayur saja.

Seperti yang dikemukakan oleh ustadzah Eko Yuliarti seorang pendidik, penulis dan aktivis muslimah dari Depok bahwa teratur dalam segala urusan merupakan salah satu karakter muslim yang tangguh.

Salah satu ayat yang menjadi landasannya adalah:
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan bershaf-shaf (dalam barisan yang teratur)...." (QS. As-Shaff:4)

Tertib atau teraturnya seorang muslim meliputi seluruh aktivitas hidupnya. Yang dapat dibagi ke dalam tiga wilayah yaitu:
1. Kehidupan pribadi, seperti teratur dalam membagi waktu, memenuhi kebutuhan jasmani dengan menjaga kesehatan (pola makan dan pola hidup), dalam menunaikan kebutuhan rohani dengan amal-amal yang mendekatkan diri kepada Allah, menjaga asupan nutrisi akal dengan meningkatkan pengetahuan, memperkuat mental dengan melakukan segala perbuatan yang dilandasi oleh ikhlas, sabar, syukur yang dilakukan dengan riang gembira.
2. Dalam keluarga, mulai dari mengikuti tahap-tahap membentuk keluarga, melakukan berbagai perencanaan dalam keluarga, mengatur peran dalam keluarga, mengatur keuangan, mendidik anak dan sebagainya.
3. Dalam bermasyarakat. Contoh sederhana bagaimana kita mengatur waktu, kontribusi dan potensi kita dan keluarga untuk terlibat dalam pembangunan masyarakat.

Jika ingin menanamkan keteraturan yang berkesinambungan maka kita harus memahami fikih prioritas.
Di antara kaidah umum fikih prioritas yaitu :
1. Mendahulukan urusan yang penting dan mudah daripada urusan yang penting tapi susah.
2. Mendahulukan urusan yang menghabiskan waktu singkat daripada urusan yang memerlukan waktu banyak.
3. Mendahulukan urusan yang manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan yang manfaatnya sedikit.
4. Mendahulukan sesuatu yang dilandasi oleh satu urusan atau lebih dibanding sesuatu yang tidak ada landasannya.
5. Mendahulukan urusan yang kesempatannya hanya datang satu kali daripada urusan yang kesempatannya datang seringkali.
6. Mendahulukan urusan yang berisi kemuliaan dan keutamaan daripada urusan yang tanpa kemuliaan dan keutamaan.

Selain itu, seorang muslim perlu membiasakan diri menerapkan langkah-langkah manajemen yaitu:
1. Planning (perencanaan); Rasulullah SAW mengutus Mush'ab bin Umair ke Madinah sebelum beliau berhijrah. Mush'ab melakukan survey lapangan dan sensus sehingga Rasulullah memiliki bahan untuk membuat perencanaan apa yang akan beliau lakukan di Madinah.
2. Organizing (pengorganisasian); Rasulullah SAW mengorganisasikan sumber daya yang dapat dimanfaatkan dalam perjalanan hijrah. Pengorganisasian SDM dengan meminta Ali menggantikan beliau tidur di tempat tidurnya, menugaskan Asma mensuplai makanan, menugaskan Abdullah bin Abu Bakar menyampaikan berbagai informasi dan menjadikan Abdullah bin Uraiqith sebagai navigator.
3. Actuating (menjalankan aksi); setelah perencanaan dan pengorganisasian matang, tanpa menunda waktu, Rasulullah segera melakukan hijrah.
4. Controlling; seluruh aktivitas yang dijalankan harus berada dalam kontrol kita. Jangan melakukan aktivitas diluar rencana kecuali jika sangat mendesak.
5. Evaluating; evaluasi bukan akhir dari sebuah aktivitas, karena setelahnya kita perlu memulai dengan planning lagi. Karena evaluasi tidak akan bermanfaat jika tidak diberikan follow up.

Semoga kita dapat istiqamah menjaga keteraturan dalam segala aspek kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar