oleh: Asriana
Banyak orang yang merasa sendiri dalam keramaian, sepi di antara hingar bingar pesta bersama teman-temannya. Hal ini bisa jadi salah satu ciri bahwa dia bersama dengan teman yang tidak dapat membawa kebahagiaan baginya.
Allah memberikan petunjuk agar manusia berteman dengan orang-orang yang tidak hanya membawa manfaat di dunia tetapi juga dapat menolongnya di akhirat, yaitu orang-orang yang shaleh, meski tidak mudah menemukannya.
Menurut ustazah Fitrianingsih, untuk dapat bersama dengan orang-orang shaleh adalah hal yang mahal, karena itu adalah salah satu wujud kasih sayang Allah, jadi jika saat ini bersama dengan mereka maka jangan menjauh dan kuatkanlah tekad untuk tetap bersama-sama orang-orang shaleh. Kita harus rela menebusnya dengan apapun, agar kebersamaan tetap terpelihara.
Peganglah dengan erat saudara-saudara shaleh kita. Dalam kondisi hati dalam ketaatan, saudara yang shaleh akan mendorong kita untuk berbuat ketaatan yang lebih banyak lagi. Dalam kondisi yang sedang lalai, mereka akan mengingatkan kita dari kelalaian. Ketika hati kita tersayat dan terluka oleh dosa, saudara yang shaleh akan membantu mengobati kita dan membuat kita bisa pulih kembali.
Duduk bersama mereka, membaca ayat-ayat Allah, merenungi petunjuk Rasulullah atau hanya sekadar bertatap muka atau bertelepon atau memberikan pesan.
Kebiasaan para salafusshalih dahulu senang duduk-duduk atau sekedar bertatap muka bersama orang-orang shaleh. Mereka bisa menenteramkan hati.
Kebiasaan para salafusshalih dahulu senang duduk-duduk atau sekedar bertatap muka bersama orang-orang shaleh. Mereka bisa menenteramkan hati.
Datanglah ke rumah saudara-saudara kita yang shaleh, seperti yang dilakukan Maimun bin Mahram yang pergi kepada guru generasi tabiin Hasan Al Bashri. Maimun mengetuk rumah Hasan Al Bashri dan mengatakan, “Wahai Abu Said (panggilan Hasan Al Bashri) aku mulai merasakan kekerasan dalam hatiku. Bantulah aku untuk melembutkannya kembali."
Ada orang-orang yang memiliki kekuatan iman yang tinggi sehingga mereka bisa memberi kesejukan dalam diri kita. Mereka adalah orang-orang yang selama ini ada dan berjalan bersama-sama kita di sini, di jalan menyebarkan dan mengajak kepada kebaikan, jalan yang telah ditempuh para Rasul dan Nabi. Meski mereka tidak sebaik generasi para sahabat, para tabiin dan para salafusshalih, tapi pancaran wajah mereka bisa membuat kita luluh. Meski mereka tidak setingkat dengan kualitas para sahabat, para tabiin dan para salafusshalih, namun kata-kata mereka bisa membuat hati menjadi lembut.
Darimanakah kita bisa memperoleh orang-orang seperti itu ? “Hati bisa merasakan apa yang tidak bisa dipandang oleh mata,” itu kata Ibnu Taimiyah.
Hatilah yang akan menuntun kita untuk mencari orang-orang shaleh yang kita butuhkan.
Hatilah yang akan menuntun kita untuk mencari orang-orang shaleh yang kita butuhkan.
Menurut Ibnu Taimiyah, seharusnya bagi orang beriman tidak terlalu sulit menilai dan membedakan sesuatu. Karena menurutnya, “ Seseorang tidak mungkin bisa merahasiakan sesuatu dalam dirinya, karena Allah akan menampakkan rahasia itu pada lembaran wajahnya dan perkataan lisannya.
"Dan barangsiapa yang senantiasa menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya," (QS. 4: 6)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar