Kamis, 31 Mei 2018

Penting untuk Menerapkan Pola Pendidikan Anak seperti Ini!

oleh: Asriana

Dunia pendidikan Barat menyebutkan bahwa usia perkembangan intelektual anak pada usia 0-4 tahun (50%) dan 4-8 tahun (30%) yang dinamakan Golden Age (Masa Keemasan). Namun jauh sekitar 15 abad yang lalu, Nabi Muhammad SAW telah mengemukakan:

”Perumpamaan orang yang mencari ilmu pada masa kecilnya bagaikan mengukir menulis di atas batu, dan perumpamaan orang yang
belajar di waktu dewasa bagaikan menulis di atas air.” (HR. Thabrani)

Seni mendidik anak menurut Ali bin Abi Thalib dibagi ke dalam 3 tahap yaitu:

Usia 0-7 tahun, di sini orang tua mendampingi anak-anaknya dalam bermain, dapat diisi dengan permainan yang mengenalkan anak akan nilai-nilai tauhid.
Usia 7-14 tahun, masa penting orang tua mengajarkan dan menanamkan kedisiplinan kepada anak
Usia 14 tahun ke atas, saat usia anak telah beranjak remaja maka peran orang tua sebagai sahabat dan mitra.

Metode mendidik anak sesuai sunnah sebagai berikut:

1. Menanamkan nilai tauhid melalui pembiasaan dan keteladanan
2. Mendekatkan anak ke masjid, berusaha memberi contoh dengan rajin ke masjid dan mengajak anak untuk ikut.
3. Senantiasa mendirikan shalat sehingga menjadi contoh bagi anak, dan memberi pemahaman kepada mereka tentang shalat sebagai kewajiban
4. Mendidik  anak dengan pola hubungan dengan lingkungan atau pendidikan etika Islami yang baik, menjaga kondisi keluarga untuk senantiasa menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari
5. Mendidik anak menjadi manusia yang selalu bersyukur
6. Menanamkan nilai kejujuran dalam semua lini kehidupan sejak dini
7. Menanamkan keyakinan dan kebiasaan berdoa terutama untuk orang tua mereka
8. Menganjurkan anak memiliki kepekaan dan semangat menyebarkan kebaikan bagi sesama.
Anak adalah rahmat dan amanah dari Allah, investasi  penting untuk dunia dan akhirat. Mereka dapat menyeret ke neraka atau menuntun orang tuanya ke surga. Pendidikan yang terbaik untuk anak-anak dimulai dari rumah, kondusif dalam hal perkembangan psikologi, kognitif, afektif serta agama.

Jika anak telah memasuki usia Sekolah Menengah kemudian di antara anak dan orang tua telah membuat resolusi tentang sekolah yang baik untuk si anak, itu hal yang sangat dianjurkan, berusaha tidak memaksa anak dalam hal sekolah yang harus dipilihnya tapi memberi gambaran bahwa sekolah yang disarankan oleh orang tuanya sangat baik.

Ada beberapa hal yang harus dihindari dalam pola pengasuhan dan mendidik anak menurut bunda Heradini, S.Psi., yaitu:

1. Jangan menuruti semua keinginan anak. Walaupun kita sangat mencintai anak, menuruti semua keinginannya bukanlah cara yang benar. Biasakanlah anak berusaha mengerjakan tugasnya sendiri agar mereka belajar untuk bertanggung jawab sehingga tidak selalu bergantung kepada orang tua, belajar mandiri.

2. Jangan terlalu melarang anak melakukan sesuatu yang baru jika tidak membahayakan. Sikap khawatir berlebihan akan melahirkan anak penakut dan tidak percaya diri.

3. Jangan menghukum dengan kekerasan fisik. Adalah wajar jika anak-anak melakukan kesalahan, bahkan berkali-kali. Yang kadang membuat emosi orang tua terkuras. Ketika emosi sudah memuncak, para orang tua harus tetap smart, jangan memaki dan memberi hukuman fisik. Hukuman fisik tidak akan mendidik. Hanya akan melukai badan dan hati, sifat anak akan berubah sementara dan hanya ketika bersama orang yang ditakuti. Luka hati efeknya akan muncul di kemudian hari akibat anak memendam kemarahan. Pilihlah hukuman yg proporsional, misalnya masuk kamar atau merapikan barang yang berantakan. Hukuman yang mendisiplinkan.

4. Perhatian. Bukan hanya terpenuhinya semua kebutuhan materi, yang utama adalah kasih sayang orang tua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar