Jumat, 18 Mei 2018
Mari Bermujahadah
Mari Bermujahadah
oleh: Asriana⭐
Betapa besarnya kewajiban setiap manusia, yang di dalamnya termasuk pula Nabi Muhammad SAW untuk memaha agungkan, memaha besarkan-Nya serta senantiasa mensyukuri semua kenikmatan-Nya.
Oleh sebab apa yang dilakukan oleh manusia, bagaimanapun juga besar dan tingginya nilai apa yang kita amalkan, masih belum memadai sekiranya dibandingkan dengan kenikmatan yang dilimpahkan oleh-Nya kepada manusia.
Maka dari itu hak-hak Allah yang wajib kita penuhi sebagai imbalan karunia-Nya itu, masih belum sesuai dengan amalan baik yang kita lakukan, sekalipun dalam anggapan kita sudah amat banyak sekali.
Betapa lemahnya kita, maka memerlukan adanya pengampunan sekalipun kita tiada punya dosa lagi, sebagaimana halnya Rasulullah Muhammad serta sekalian para nabi-Nya 'alaihimus shalatu wassalam itu, mereka dijamin masuk surga namun tetap bersungguh-sungguh beribadah.
Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya Rasulullah SAW berdiri untuk beribadah dari sebahagian waktu malam sehingga pecah-pecahlah kedua tapak kakinya. Saya (Aisyah) lalu berkata padanya: "Mengapa Tuan berbuat hal seperti itu wahai Rasulullah, sedangkan Allah telah mengampuni untuk Tuan dosa-dosa Tuan yang telah berlalu dan yang akan datang?"
Rasulullah SAW bersabda:
"Adakah aku tidak senang untuk menjadi seorang hamba yang banyak bersyukurnya?" (Muttafaq 'alaih)
Rasulullah SAW juga semua nabyiullah 'alaihimus shalatu wassalam itu adalah terpelihara dan terjaga dari semua kemaksiatan dan dengan sendirinya tidak ada dosanya sama sekali (ma'shum minadz-dzunub).
Hendaknya kita bermujahadah, bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Syukur harus diwujudkan dengan amal sebagaimana diucapkan oleh lisan.
pribadi yang sederhana..aku seorang ODOJer,
waktu tak dapat diulang..maka ukirlah hal bermanfaat di setiap langkahmu menyusuri waktu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar