Jumat, 18 Mei 2018

Jagalah Kesehatan Hati

oleh: Asriana

Banyak manusia yang memiliki pikiran cerdas, tetapi akhirnya menjadi hina karena memiliki hati yang sakit.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika dia baik maka baik juga seluruh jasad. Jika ia rusak maka rusak juga seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Hati yang sakit dapat dilihat dari 3 hal:

1. Kekuatan indera yang ada di dalam hati akan hilang secara total. Hati seperti akan menjadi buta, tuli, bisu, dan lumpuh. Tidak bisa membedakan antara kebenaran, kesesatan, ketakwaan, kemaksiatan, dan lain sebagainya.

2. Kekuatan indera yang ada di dalam hati menjadi lemah. Padahal sejatinya kemampuan indera tersebut kuat. Sama seperti anggota tubuh lainnya, jika sedang dalam keadaan seperti ini, hati berarti butuh asupan gizi.

3. Hati tidak dapat melihat sesuatu dalam bentuk yang sebenarnya. Seperti memandang kebenaran menjadi kesesatan, kesesatan menjadi kebenaran, merasakan manis menjadi pahit, dan pahit menjadi manis.

Ibnu Qayyim menjelaskan, agar hati bisa tetap sehat, ia bisa dilakukan dengan tiga cara; menjaga kekuatan hati, melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, dan membuang zat-zat yang berbahaya bagi hati. Kekuatan hati bisa diperoleh dengan iman. Iman merupakan sumber kekuatan hati yang paling utama. Jika iman hilang, hati akan menjadi sakit.
Sedangkan untuk melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, dapat dilakukan dengan menjauhkan diri dari perbuatan dosa atau maksiat. Sebab, kedua hal ini yang dapat membuat hati menjadi sakit.

Racun dan zat-zat yang membahayakan hati harus dibuang, taubat dan istighfar adalah dua obat yang dapat membuang toksin di dalam hati. Antibody yang dapat menjaga kesehatan hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar