Ketika harapan tak kunjung terwujud, saat keinginan tak jua terpenuhi, atau ketika masalah tiada pernah usai. Kadang terpikir untuk berhenti berdoa.
Sebulan, setahun dan ribuan hari yang terlewati dengan hiasan doa terasa hampa dan hanya sia-sia. Lelah sering menghampiri, menyapa agar diri menyerah dan doa pun mulai terhenti.
Setiap doa yang kita langitkan penuh harap, setiap doa yang lirih kita ucapkan dengan penuh penghambaan, setiap doa yang dengannya air mata tertumpah akan diterima oleh Allah SWT.
"Dan bila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku maka sesungguhnya Aku begitu dekat, dan Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa jika dia berdoa kepada- Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al Baqarah:186).
Dan Allah dengan segala kasih sayangnya, akan menjawab doa itu dengan cara-Nya yang kadang tidak pernah disangka. Seringkali Allah telah mengijabah doa kita namun diri tak tahu hakekat dan bentuk ijabah tersebut. Karena “respon baik” terhadap doa beragam.
Disebutkan dalam sebuah hadist, dari Abu Said radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang berdoa serta doanya tidak berisi perbuatan dosa atau memutuskan tali silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan salah satu di antara tiga balasan: 1) Allah kabulkan doanya, 2) Allah menghindarkan dirinya dari musibah yang senilai dengan doanya dan 3) Allah simpan dalam bentuk pahala untuk dia di akhirat.” (HR. Ahmad, Turmudzi, dan Hakim; dinilai shahih oleh Musthafa Al-Adawi)
Yang perlu dilakukan adalah terus berdoa, untuk menjemput takdirnya. Untuk melawan takdir yang tidak diinginkan. Untuk mewujudkan apa yang tidak mampu dilakukan.
Manusia perlu memahami bahwa sudut pandangnya terbatas, jangkauan pandangnya tidak luas, dan apa yang dia ketahui sedikit saja. Sehingga ketika sesuatu terjadi di luar apa yang dikehendaki, ia diminta tetap bersabar dan bersyukur. Tak jarang, hamba-Nya yang shaleh bahkan menikmati masa-masa dimana doanya belum dikabulkan. Karena itulah yang membuatnya semakin khusyu' larut dalam zikir dan salat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar