Sabtu, 16 Juni 2018
Bekal Apa yang Kita Bawa?
Setiap perjalanan akan sampai di garis akhir, setiap pengembaraan akan menemui ujungnya.
Seperti itu juga perjalanan hidup kita, akan sampai ke fase kematian.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al ‘Ankabut : 57)
Kematian, yang pasti akan menghampiri setiap yang bernyawa.
Kematian, yang dapat memutus kelezatan dan nikmatnya warna kehidupan.
Yang meski kita lari darinya, namun tetap akan menyapa. Yang tak pernah dapat diketahui kapan datangnya, karena itu adalah rahasia-Nya.
Bagaimana bekal kita?
Sudah siapkah kita mempertanggungjawabkan semua yang telah kita ukir di dunia?
Mari berkaca, mengintrospeksi diri. Jangan-jangan, dosa kita lebih banyak dari amal kita, dan kita terpana oleh kilauan amal kita yang ternyata sekadar fatamorgana.
Karena hati manusia kadang terkalahkan oleh nafsu, membuat indah segala keburukan, menghancurkan bangunan amal yang telah disusun, sehingga tinggallah puing-puing penyesalan dalam diri. Jangan merasa banyaknya ibadah kita adalah ukuran diterimanya amal kita, yang banyak belum tentu berkualitas.
Rasa takut akan kematian sejatinya sebagai pengingat agar ketaqwaan kita semakin meningkat.
Bukan hanya hiasan yang tak membekas di hati.
pribadi yang sederhana..aku seorang ODOJer,
waktu tak dapat diulang..maka ukirlah hal bermanfaat di setiap langkahmu menyusuri waktu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar