Senin, 04 Juni 2018

Cinta Sejati Tak Pernah Bersyarat


oleh: Asriana


Seorang mukmin memandang dosanya bagai gunung yang akan runtuh menimpa dirinya, sedangkan pecandu maksiat menganggap dosanya bagai seekor lalat yang hinggap di hidungnya, cukup diusir dengan tangannya.

Terkadang diri sanggup melaksanakan suatu ibadah, namun setan mengalahkan hati dengan menghembuskan kemalasan.
Sungguh lemah cinta ini, meski bibir mengucap cinta tiada batas untuk-Nya. Padahal cinta kepada Allah tidak akan menggoreskan luka di hati, takkan mengukir kesedihan di jiwa.

Entah mengapa cinta kepada Allah kadang hanya fatamorgana, nampak ada namun sesungguhnya tak pernah ada.
Ketika sibuk lupa pada-Nya, enggan beribadah saat rasa malas menghampiri.

Cinta sejati takkan pernah bersyarat, mencintai-Nya tak mesti pada waktu luang, rasa malas tak patut menjadi penghalang untuk beribadah. Akankah cinta itu kita persembahkan pada-Nya atau sekadar hiasan di bibir saja? Hanya hati yang sanggup menjawab.

Allah tak pernah mengecewakan hamba-Nya yang cinta kepada-Nya, Dia pun tak pernah mengabaikan hamba-Nya yang melabuhkan diri dalam ketaatan.

Saat jatuh cinta kepada Allah, maka semua kesulitan terasa mudah. Mencintai Allah sebagai tugas utama, akan mengetuk hati para penghuni langit untuk mencintai kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar