Sabtu, 16 Juni 2018

Ramadan yang "Horor"


Di tahun-tahun sebelumnya top of the record yang memaksa mataku untuk menahan kantuk adalah tugas kuliah dan komunitas.

Jika ditanya siapa yang paling sering "memaksaku"  selama ramadan kali ini ...
Alhamdulillah Ramadan 1439 H bisa move on, yang paling banyak membuatku begadang adalah tugas menulis 30 DWC Jilid 13 dari Inspirator Academy (IA).

Kadang juga cepat tidur tetapi harus melek sebelum jam 2 dini hari, menulis diiringi suara tawa yang nyaring dan gaduh dari panci atau galon para remaja yang membangunkan orang-orang untuk sahur.

Ramadan kali ini sungguh berbeda, aku "terpaksa" rajin menulis di blog karena ikut di program 30 DWC Jilid 13, dan sering harus "berutang" tulisan karena telat mengirim ke blog. Pengalaman menulis secara rutin selama 30 hari ini memberi efek yang besar, kini aku rajin bukan lagi karena harus kirim tugas tetapi karena terbiasa, terasa ada yang kurang jika tidak melakukannya dalam sehari.

Guardian squadku juga menjadi penyemangat super, gadis tangguh yang selalu ceria ini aktif menyemangati teman-teman squad 5 meski dia berada di lingkungan yang padat jam kerjanya, di "Negeri Beton".

Teman-teman di squad 5 tak kalah super, meski kadang grup sepi karena semua sibuk dengan aktivitas di dunia nyata namun ada kehangatan di antara penghuninya.

Yang paling "horor" adalah feedback dari mentor, serasa jantung mau copot saat kak Rezky mengomentari tulisanku. Namun itulah yang menjadi pelejit semangat untuk terus belajar dan mengasah kemampuan menulis, semakin bertumbuh dan menebar manfaat.
Feedback dari para penghuni "Empire of Writers" pun menjadi bumbu pedas perjalanan menulisku, pengalaman yang akan menghiasi salah satu sudut diary kehidupanku.

Menjadi rajin karena terpaksa, meski sulit di tahap awal perjalanan namun menjadi indah di langkah berikutnya. Kebaikan memang kadang harus dipaksakan.

#30DWCJILID13
#squad5
#day30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar