Selasa, 12 Juni 2018

Biarkan Allah yang Mewujudkannya

Karsa merupakan keinginan atau kemauan yang kuat. Keinginan itu harus diupayakan sehingga dapat dilihat, disentuh dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Karsa merupakan kekuatan untuk mewujudkan keinginan tersebut menjadi nyata.

Persoalannya adalah bagaimana mewujudkannya?
Tugas kita sebenarnya bukanlah menemukan bagaimana caranya. Sebab cara itu akan muncul dengan sendirinya dari komitmen dan keyakinan pada apa yang diinginkan.

Cara adalah urusan Allah.
Dengan kata lain, Allah yang selalu tahu cara tersingkat, tercepat dan terharmonis dalam mewujudkan keinginan. Jadi yang perlu dilakukan adalah bekerja (apapun pekerjaan itu) dengan bersungguh-sungguh dan ikhlas dalam menjalaninya, itu bagian dari usaha untuk mewujudkan mimpi.

Bersyukurlah dengan apa yang sudah dimiliki dan lakukan pekerjaan apa saja. Jangan diam atau duduk bermalas-malasan.
Meskipun yang diusahakan saat ini tidak sesuai dengan keinginan-keinginan yang diharapkan, tetapi yakinlah keinginan itu akan terwujud dengan izin-Nya.

Kita bisa memulainya tanpa bekal apapun, serta tanpa tahu jalan mana yang harus dilalui. Allah yang akan membuatkan jalan untuk mencapai keinginan itu. Sebab Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Usaha selanjutnya adalah berdoa, permohonan hamba kepada Allah SWT. Hadits Rasulullah SAW mengungkapkan: “Doa adalah pangkal (otak)nya Ibadah” dan “Masing-masing kalian harus meminta kepada Tuhan kalian atas semua kebutuhan. Bahkan ia harus meminta kepada Allah saat tali sandalnya putus,” (HR. Tirmidzi).

Banyak riwayat Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan dan mendorong seorang hamba untuk berdoa, diantaranya :“Mintalah kepada Allah akan kemurahanNya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud).

Doa pasti dikabulkan Allah SWT. Hal ini tercantum dalam FirmanNya: “(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS; Al Mukmin: 60). “(Dan) apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu.” (QS. Al Baqarah: 186).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar