Minggu, 10 Juni 2018

Menara Cahaya

Sahabat sejati akan selalu memberi energi positif, meski tak membenarkan tindakan sahabatnya namun akan mengingatkan jika kita salah arah. Persahabatan seperti ini akan langgeng jika dasarnya adalah cinta kepada Allah Ta'ala, disebut juga ukhuwah Islamiyah, yang kelak di akhirat akan menempati menara cahaya.
Pernah suatu masa Rasul SAW yang mulia bertutur “Di sekitar Arsy  akan ada menara cahaya, penghuninya berpakaian cahaya, mereka bukan nabi bukan pula syuhada namun para nabi dan syuhada iri kepada mereka”
Siapakah gerangan mereka? Apa yang telah mereka perbuat? Kebaikan apa yang mereka miliki sehingga memiliki kemulian di sisi Tuhannya sedemikian rupa? Sehingga para nabi terdahulu dan para syuhada merasa iri akan kemulian yang mereka raih?
Rasulullah SAW melanjutkan kalimatnya “Merekalah yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah”.
Telah tersingkap tabirnya, telah nampak cahayanya, rahasia kemuliaan mereka. Tak lain dan tak bukan adalah ikatan persaudaraan yang mereka bangun tegak di atas kekokohan aqidah Islam. Itulah ukhuwah, hubungan manusia yang tak berlandaskan darah, harta, atau dunia. Hubungan manusia yang menjadikan Allah sebagai perekatnya, Allah sebagai tujuannya, Allah sebagai motivasinya.
Hubungan apapun di dunia ini hanyalah hubungan yang fana bahkan hubungan darah sekalipun. Kecuali hubungan yang kita bangun di atas pondasi keimanan pada-Nya, bernaung di bawah atap Keridhaan-Nya. Itulah hubungan yang kekal hingga hari yang telah dijanjikan. “Sesungguhnya hanya orang-orang mukminlah yang mampu menjalin ukhuwah”. Yaa begitulah kita kembali diingatkan oleh-Nya. Tak akan bisa ukhuwah terbangun tanpa iman. Jika ukhuwah bermasalah maka periksalah iman. Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga ukhuwah, hingga menjadi salah seorang penghuni menara cahaya di akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar