Sabtu, 20 Oktober 2018

Gamis for SulTeng

Dapat dikirim ke alamat:

Jl. Pahlawan no. 101 Kel. Mangempang
 Kec. Barru Kab. Barru 90711 Sulawesi Selatan
 (bisa via pos, JNE, TIKI atau J&T) 
a/n Andi Asriana ( 081527481688 )
dan nantinya akan dibawa langsung ke SulTeng. 

Bisa juga dalam bentuk dana, mohon bantuan doa dan donasinya untuk muslimah di SulTeng agar tetap bisa berpakaian syar'i..klik
https://kitabisa.com/gamisforSulTeng

Sabtu, 16 Juni 2018

Ramadan yang "Horor"


Di tahun-tahun sebelumnya top of the record yang memaksa mataku untuk menahan kantuk adalah tugas kuliah dan komunitas.

Jika ditanya siapa yang paling sering "memaksaku"  selama ramadan kali ini ...
Alhamdulillah Ramadan 1439 H bisa move on, yang paling banyak membuatku begadang adalah tugas menulis 30 DWC Jilid 13 dari Inspirator Academy (IA).

Kadang juga cepat tidur tetapi harus melek sebelum jam 2 dini hari, menulis diiringi suara tawa yang nyaring dan gaduh dari panci atau galon para remaja yang membangunkan orang-orang untuk sahur.

Ramadan kali ini sungguh berbeda, aku "terpaksa" rajin menulis di blog karena ikut di program 30 DWC Jilid 13, dan sering harus "berutang" tulisan karena telat mengirim ke blog. Pengalaman menulis secara rutin selama 30 hari ini memberi efek yang besar, kini aku rajin bukan lagi karena harus kirim tugas tetapi karena terbiasa, terasa ada yang kurang jika tidak melakukannya dalam sehari.

Guardian squadku juga menjadi penyemangat super, gadis tangguh yang selalu ceria ini aktif menyemangati teman-teman squad 5 meski dia berada di lingkungan yang padat jam kerjanya, di "Negeri Beton".

Teman-teman di squad 5 tak kalah super, meski kadang grup sepi karena semua sibuk dengan aktivitas di dunia nyata namun ada kehangatan di antara penghuninya.

Yang paling "horor" adalah feedback dari mentor, serasa jantung mau copot saat kak Rezky mengomentari tulisanku. Namun itulah yang menjadi pelejit semangat untuk terus belajar dan mengasah kemampuan menulis, semakin bertumbuh dan menebar manfaat.
Feedback dari para penghuni "Empire of Writers" pun menjadi bumbu pedas perjalanan menulisku, pengalaman yang akan menghiasi salah satu sudut diary kehidupanku.

Menjadi rajin karena terpaksa, meski sulit di tahap awal perjalanan namun menjadi indah di langkah berikutnya. Kebaikan memang kadang harus dipaksakan.

#30DWCJILID13
#squad5
#day30

Bekal Penting untuk Berkarya

Minder? Berkecil hati? Merasa tak mampu?
Tepislah rasa itu.
Lihatlah kemampuan yang kita miliki, dapat menjadi energi untuk mengubah dunia, melahirkan karya.

Menurut bunda Rochma Yulika, lihat selalu sisi baik kita tapi jangan lupakan sisi buruk dari kita.
Pikirkanlah bahwa kamu bisa melakukan.

Motivasi dari dalam diri merupakan energi yang luar biasa meski membangun motivasi butuh waktu.
Membangun kepercayaan diri merupakan awalnya, melihat kelebihan diri tanpa menafikan kekurangan yang dimiliki.
Kita harus mampu mengevaluasi diri kita.
Bila perlu data setiap kekurangan yang ada beserta kelebihannya.
Yakinlah dengan kelebihan yang kita miliki kita mampu memanfaatkannya akan kita dapati hasil yang luar biasa.

Jangan pernah merasa bosan untuk belajar.
Jangan pernah bosan untuk bisa berubah.
Allah mengajarkan pada kita untuk memiliki keyakinan. Seperti apa pun kabut misteri yang ada di hadapan kita selama kita yakin dan menggantungkan keyakinan itu hanya pada Allah semua akan berakhir dengan kebaikan.
Ibarat perjalanan manusia dari dia dilahirkan dia selalu berjuang untuk bisa.
Allah beri kemampuan dan naluri perjuangan sejak kita bayi. Belajar tengkurap, belajar merangkak, hingga berjalan.
Dari berjalan pun akhirnya berlari.
Hingga akhirnya menjadi anak-anak yang mulai belajar mandiri. Ketika bersekolah pun tak bosan-bosannya dia mau untuk belajar dan mengerti.

Rasa keingintahuan yang begitu besar membuat anak-anak kita tumbuh dan berkembang menjadi anak yang luar biasa.
Jangan pernahu menyerah sekedar karena keterbatasan kita untuk mengetahui masa depan kita.
Tugas kita adalah berdoa dan berusaha setelah kita meletakkan keyakinan sebagai pondasi dalam menjalani kehidupan ini.

Beberapa tips singkat untuk meningkatkan kepercayaan diri kader dakwah:

(1)    Percaya Bahwa Anda Mampu. Meyakini pada diri Anda bahwa Anda Mampu untuk melakukan sesuatu. Percaya pada potensi yang sudah Allah berikan dan percaya bahwa Anda memiliki banyak teman dan sahabat yang akan selalu siap untuk mendukung gerak dakwah Anda. Seseorang biasanya pula menjadi tidak percaya diri ketika ia tidak cukup yakin akan kemampuannya, maka meningkatkan kemampuan, kepahaman dan pengalaman diri menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan pada kemampuan diri.

(2)    Jauhi keraguan.  Sikap ragu bisa terbentuk karena beberapa hal antara lain, terlalu banyak pertimbangan. Terlalu banyak pertimbangan ini akibat kita terlalu banyak mendapat informasi yang tidak semestinya datang kepada diri kita. Sebutlah Anda akan belajar motor, jika Anda diskusi tentang motor dengan orang yang pernah kecekalaan motor atau ditilang polisi dan itu menjadi kekhawatiran tersendiri untuk Anda maka lebih baik jauhi orang semacam itu, cobalah berganti dengan diskusi denga pihak yang eprnah sukses akan sesuatu dan jaidkan itu insipirasi dan motivasi untuk Anda dalam mengambil langkah.

(3)    Belajar dari orang lain. Pasti ada orang yang luar biasa dan memiliki kepercayaan diri yang kuat dalam berargumentasi. Belajar dari mereka, setiap orang yang saat ini memegang gelar public speaker dulunya pernah mengalami masa dimana ia tidak berani berbicara di depan umum dan berjuang keras untuk mendapatakan kepercayaan diri. Belajar dari orang sukses akan memberikan sebuah inspirasi tersendiri.

Kekuatan yang dapat membangun rasa percaya diri

1. Kekuatan pribadi menjadi kata kunci karena hal itu menjadi modal utama

2. Kekuatan sosial, dalam kebersamaan harus pandai menjaga sikap. Selain itu kemampuan membangun jaringan.

Bekerja dengan mengoptimalkan kemampuan agar mewujudkan karya nyata, dan dari situlah kepercayaan diri akan semakin menumbuh..
Semangat karena Allah.

#30DWCJILID13
#squad5

Bekal Apa yang Kita Bawa?


Setiap perjalanan akan sampai di garis akhir, setiap pengembaraan akan menemui ujungnya.
Seperti itu juga perjalanan hidup kita, akan sampai ke fase kematian.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al ‘Ankabut : 57)

Kematian, yang pasti akan menghampiri setiap yang bernyawa.
Kematian, yang dapat memutus kelezatan dan nikmatnya warna kehidupan.
Yang meski kita lari darinya, namun tetap akan menyapa. Yang tak pernah dapat diketahui kapan datangnya, karena itu adalah rahasia-Nya.

Bagaimana bekal kita?
Sudah siapkah kita mempertanggungjawabkan semua yang telah kita ukir di dunia?
Mari berkaca, mengintrospeksi diri. Jangan-jangan, dosa kita lebih banyak dari amal kita, dan kita terpana oleh kilauan amal kita yang ternyata sekadar fatamorgana.

Karena hati manusia kadang terkalahkan oleh nafsu, membuat indah segala keburukan, menghancurkan bangunan amal yang telah disusun, sehingga tinggallah puing-puing penyesalan dalam diri. Jangan merasa banyaknya ibadah kita adalah ukuran diterimanya amal kita, yang banyak belum tentu berkualitas.

Rasa takut akan kematian sejatinya sebagai pengingat agar ketaqwaan kita semakin meningkat.
Bukan hanya hiasan yang tak membekas di hati.

Jumat, 15 Juni 2018

Agar Daya Cipta Meningkat

Penting melatih otak agar memiliki ingatan yang kuat sehingga pengetahuan-pengetahuan yang ada tetap bertahan di pikiran. Dan ini harus ditunjang oleh kemampuan berpikir kreatif jika ingin memiliki daya cipta yang tinggi. Kombinasi yang seimbang dari memiliki ingatan kuat dan pikiran yang kreatif mampu membawa diri Anda yang produktif.
Dikutip dari laman lifetranscentre.com, berikut ini 7 cara sederhana dan efektif untuk meningkatkan daya ingat sekaligus kreativitas (daya cipta) Anda :
1. Buat Otak Bekerja dan Lebih Aktif Dipergunakan
Seorang binaragawan untuk mendapatkan badan yang besar tentu saja tidak hanya duduk atau diam saja? Tentu saja tidak, binaragawan tersebut harus berlatih beban, mengangkat beban besi dan untuk menyeimbangkan berat badannya seorang binaragawan tentu harus makan dengan teratur agar tubuh dan otot-otot mereka menjadi postur tubuh binaragawan yang ideal. Sama halnya dengan otak Anda, perlu terus dilatih berpikir agar otak anda tetap tumbuh dan berkembang.
Jadi bagaimana cara sederhana untuk melatih otak Anda ?
Sederhana sekali, Anda bisa menggunakan dua cara, yang pertama pakailah selalu otak Anda. Gunakan otak Anda untuk selalu berpikir mencapai solusi dalam setiap masalah di kehidupan Anda. Jangan biarkan otak Anda malas, tidak mau berpikir, hanya mau santai dan mungkin saja menuruti apapun yang dikatakan orang lain pada Anda.Cara yang kedua juga sederhana, yaitu latihan otak dengan cara menggunakan beberapa permainan yang merangsang latihan otak. Contoh permainan ini banyak didapatkan di buku-buku yang berjudul brain gym, dapat Anda beli di toko buku terdekat Anda, kemudian Anda ikuti petunjuk melatih otak Anda. Atau yang lebih mudah lagi, apabila Anda mempunyai internet, Anda dapat menemukan aplikasi-aplikasi untuk melatih otak Anda di Google ataupun gawai Anda. Ikuti dan mainkan saja, pasti otak Anda akan terlatih dengan sendirinya. Namun, harus tetap diingat, aplikasi ini hanya untuk melatih otak Anda, jadi Anda beri batasan waktu untuk memainkannya, misal 1 jam sehari, jadi Anda tidak kecanduan dan justru menghambat aktivitas Anda yang lain.
2. Menghitung Domba
Percaya atau tidak, menghitung beberapa hewan dan mengejar domba di pikiran kita adalah cara termudah untuk meningkatkan kesehatan mental Anda. Mengapa bisa begitu ? Jawabannya adalah bisa karena Anda melatih fokus Anda secara berurutan.
Dengan melatih otak Anda dengan menghitung secar berurutan, Anda dapat melatih fokus dalam mengingat informasi lebih lanjut. Namun efektifitas latihan ini akan lebih baik apabila disertai cukup tidur secara teratur. Apabila Anda cukup tidur, Anda dengan mudah menerima dan menanggapi suatu informasi dengan tepat dan benar, karena otak Anda punya waktu untuk beristirahat sejenak.
3. Lepaskan Stress Sejenak
Dalam hidup kita masalah datang silih berganti sehingga seringkali kita tidak punya waktu untuk mengistirahatkan otak kita. Stress akibat masalah yang ada memaksakan otak bekerja terus menerus. Dan apabila otak bekerja terus menerus hasilnya justru membuat otak kita lelah, pusing dan menurukan fokus dan ingatan kita.Ada baiknya, sempatkan waktu untuk keluar dari stress pikiran kita sejenak. Jalan-jalan bersama keluarga ataupun sekedar bersantai nonton tv di rumah bisa membantu Anda untuk melepaskan stress sejenak. Dengan mellepaskan stress kita sejenak, pikiran kita bisa beristirahat dan pada saatnya nanti dipakai kembali, otak kita bisa lebih Fresh sehingga bisa meningkatkan kemampuan mengingat dan berkreativitas.
4. Bergerak
Ya, berjalan tidak hanya membuat Anda lebih sehat Secara fisik dan mental ,tetapi cara Ini sangat membantu bagi seorang penulis dalam memacu kreativitas atau daya cipta! Seorang dokter dan seorang profesor melakukan sebuah tes dan menemukan bahwa sekitar enam puluh persen orang yang bergerak memiliki pemikiran kreatif yang cukup tinggi pada kegiatan pola pikirnya dibandingkan dengan orang-orang yang berpikir sambil duduk.
Ternyata dengan berpikir sambil berjalan, otak juga beraktifitas (bergerak). Ketika Anda berjalan, maka jantung Anda melakukan aktifitas memompa darah dan oksigen dengan cepat serta mengirimkan keseluruh organ tubuh. Otak Anda dan semua organ tubuh lainnya mendapatkan dosis tambahan oksigen. Dengan melakukan aktifitas berjalan sangat membantu untuk membuat jaringan baru antara sel-sel otak dan meningkatkan kapasitas daya ingat otak Anda.
5. Memainkan sebuah lagu
Bisa dikatakan saat ini bahwa bermusik dapat meningkatkan kreativitas dan d mental
seseorang. Untuk siapa pun, usia berapa pun dan kapan pun musik dapat meningkatkan kreativitas seseorang. Mungkin Anda pernah mendengar tentang musik klasik di dengarkan pada saat Anda mengerjakan kuis matematika dan sains. Menurut pendapat Einstein bahwa yang dilakukan itu benar dan itu merupakan ide yang baik! Hal ini dibenarkan karena saat mendengarkan musik klasik menggunakan otak kanan dan saat mengambil tes matematika menggunakan otak kiri sehingga melakukan keduanya sekaligus membantu menghubungkan dua belahan otak. Mendengarkan musik klasik juga meningkatkan keterampilan kognitif untuk hubungan, sehingga dasar otak Anda mendapatkan dorongan untuk berinteraksi.
6. Tersenyum
Belajarlah untuk memaafkan masa lalu. Ingatlah bahwa otak kita sudah banyak menerima kumpulan permasalahan, dan tidak mungkin otak kita terus menerima dan mengingat masa lalu lagi. Secara pribadi, saatnya untuk kreatif agar kita dapat mengikuti perkembangan dunia saat ini, dan harus belajar bagaimana cara berpikir untuk melupakan masa lalu. Salah satu cara yang efektif untuk memaafkan dan melupakan masa lalu adalah tersenyum. Tersenyum membuat otak Anda memprogram keluarnya hormon-hormon kegembiraan.Dan hormon-hormon ini memicu kebahagiaan Anda sehingga kreativitas Anda untuk berpikir keluar. Dan tentunya ingatan-ingatan Anda pun dapat muncul dengan baik saat Anda memerlukannya.
7. Melukis atau Menggambar
Melukis atau menggambar adalah salah satu aktivitas yang baik bagi otak Anda untuk meningkatkan kreativitas dan daya ingat Anda. Dengan melukis dan menggambar Anda menggunakan imajinasi yang berpusat pada otak kanan. Semakin Anda mampu berimajinasi, kreativitas Anda tentu saja semakin keluar dan terasah. Namun yang perlu diperhatikan juga, arahkan imajinasi Anda pada hal yang positif sesuai dengan tujuan Anda.

Selasa, 12 Juni 2018

Biarkan Allah yang Mewujudkannya

Karsa merupakan keinginan atau kemauan yang kuat. Keinginan itu harus diupayakan sehingga dapat dilihat, disentuh dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Karsa merupakan kekuatan untuk mewujudkan keinginan tersebut menjadi nyata.

Persoalannya adalah bagaimana mewujudkannya?
Tugas kita sebenarnya bukanlah menemukan bagaimana caranya. Sebab cara itu akan muncul dengan sendirinya dari komitmen dan keyakinan pada apa yang diinginkan.

Cara adalah urusan Allah.
Dengan kata lain, Allah yang selalu tahu cara tersingkat, tercepat dan terharmonis dalam mewujudkan keinginan. Jadi yang perlu dilakukan adalah bekerja (apapun pekerjaan itu) dengan bersungguh-sungguh dan ikhlas dalam menjalaninya, itu bagian dari usaha untuk mewujudkan mimpi.

Bersyukurlah dengan apa yang sudah dimiliki dan lakukan pekerjaan apa saja. Jangan diam atau duduk bermalas-malasan.
Meskipun yang diusahakan saat ini tidak sesuai dengan keinginan-keinginan yang diharapkan, tetapi yakinlah keinginan itu akan terwujud dengan izin-Nya.

Kita bisa memulainya tanpa bekal apapun, serta tanpa tahu jalan mana yang harus dilalui. Allah yang akan membuatkan jalan untuk mencapai keinginan itu. Sebab Allah akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Usaha selanjutnya adalah berdoa, permohonan hamba kepada Allah SWT. Hadits Rasulullah SAW mengungkapkan: “Doa adalah pangkal (otak)nya Ibadah” dan “Masing-masing kalian harus meminta kepada Tuhan kalian atas semua kebutuhan. Bahkan ia harus meminta kepada Allah saat tali sandalnya putus,” (HR. Tirmidzi).

Banyak riwayat Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan dan mendorong seorang hamba untuk berdoa, diantaranya :“Mintalah kepada Allah akan kemurahanNya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai (sesuatu).” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud).

Doa pasti dikabulkan Allah SWT. Hal ini tercantum dalam FirmanNya: “(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS; Al Mukmin: 60). “(Dan) apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu.” (QS. Al Baqarah: 186).

Senin, 11 Juni 2018

Muhasabah dalam Do'a



Seandainya bisa kubelenggu lisanku, tentu tak ada luka yang kutoreh di dadamu.
Sayangnya aku manusia yang penuh nafsu, sekadar menahan diri untuk tetap bersikap lembut pun aku tak mampu.

Seandainya bisa kubelenggu egoku dan bersikap lebih santun, tentu tak ada murka yang tertumpah.
Sayangnya aku manusia lemah yang tak mampu menahan amarah.

Seandainya bisa kujerat hati untuk tetap dalam genggamanku, tentu suara renyahmu tetap kudengar. Sayangnya aku terlalu mengumbar nafsu yang akhirnya melukaimu.

Seandainya kumiliki pribadi yang memesona, seperti yang selalu Baginda Rasul ajarkan, tentunya cinta akan selalu kudapat, tanpa batas.

Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari gelapnya hati dan tangis sia sia.
Selalu mampu melihat kesalahan diri dan meminta maaf.
Aamiin..

#30DWCJILID13
#squad5

Minggu, 10 Juni 2018

Menara Cahaya

Sahabat sejati akan selalu memberi energi positif, meski tak membenarkan tindakan sahabatnya namun akan mengingatkan jika kita salah arah. Persahabatan seperti ini akan langgeng jika dasarnya adalah cinta kepada Allah Ta'ala, disebut juga ukhuwah Islamiyah, yang kelak di akhirat akan menempati menara cahaya.
Pernah suatu masa Rasul SAW yang mulia bertutur “Di sekitar Arsy  akan ada menara cahaya, penghuninya berpakaian cahaya, mereka bukan nabi bukan pula syuhada namun para nabi dan syuhada iri kepada mereka”
Siapakah gerangan mereka? Apa yang telah mereka perbuat? Kebaikan apa yang mereka miliki sehingga memiliki kemulian di sisi Tuhannya sedemikian rupa? Sehingga para nabi terdahulu dan para syuhada merasa iri akan kemulian yang mereka raih?
Rasulullah SAW melanjutkan kalimatnya “Merekalah yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah”.
Telah tersingkap tabirnya, telah nampak cahayanya, rahasia kemuliaan mereka. Tak lain dan tak bukan adalah ikatan persaudaraan yang mereka bangun tegak di atas kekokohan aqidah Islam. Itulah ukhuwah, hubungan manusia yang tak berlandaskan darah, harta, atau dunia. Hubungan manusia yang menjadikan Allah sebagai perekatnya, Allah sebagai tujuannya, Allah sebagai motivasinya.
Hubungan apapun di dunia ini hanyalah hubungan yang fana bahkan hubungan darah sekalipun. Kecuali hubungan yang kita bangun di atas pondasi keimanan pada-Nya, bernaung di bawah atap Keridhaan-Nya. Itulah hubungan yang kekal hingga hari yang telah dijanjikan. “Sesungguhnya hanya orang-orang mukminlah yang mampu menjalin ukhuwah”. Yaa begitulah kita kembali diingatkan oleh-Nya. Tak akan bisa ukhuwah terbangun tanpa iman. Jika ukhuwah bermasalah maka periksalah iman. Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga ukhuwah, hingga menjadi salah seorang penghuni menara cahaya di akhirat.

Sabtu, 09 Juni 2018

Ada Apa dengan Surah Al Kahfi?


Di antara keutamaan Al-Kahfi adalah jika sepuluh ayat pertama atau akhirnya dihafal.

Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.”
(HR. Muslim no. 809)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Dari akhir surah Al-Kahfi.”
(HR. Muslim)

Imam Nawawi berkata, “Ada ulama yang mengatakan bahwa sebab mendapatkan keutamaan seperti itu adalah karena di awal surah Al-Kahfi terdapat hal-hal menakjubkan dan tanda kuasa Allah. Tentu saja siapa yang merenungkannya dengan benar, maka ia tidak akan terpengaruh dengan fitnah Dajjal. Begitu pula akhir surah Al-Kahfi, mulai dari ayat,
“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.”
(QS. Al-Kahfi: 102)
(Syarh Shahih Muslim, 6: 84)

Keutamaan lainnya dari surah Al-Kahfi jika dibaca pada hari atau malam Jumat. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Imam Syafi’i dalam Al-Umm dan Al-Ashaab berkata disunnahkan membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat dan malam Jumatnya.”
(Al-Majmu’, 4: 295).

Isi surah Al-Kahfi adalah:

1. Diturunkannya Al-Qur’an sebagai pembimbing pada jalan yang lurus.
2. Menghibur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena orang kafir yang belum beriman.
3. Keajaiban dalam kisah Ashabul Kahfi.
4. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan sabar menghadapi orang-orang fakir.
5. Ancaman bagi orang kafir yang akan mendapatkan siksa dan bala’ (musibah).
6. Janji pada orang beriman bahwa mereka akan mendapatkan balasan yang baik.
7. Permisalan orang beriman dan orang kafir dalam menyikapi dunia.
8. Permisalan dunia dengan hujan yang turun dari langit dan tanaman yang tumbuh.
9. Dunia yang teranggap hanyalah ketaatan pada Allah saja.
10. Penyebutan kejadian pada hari kiamat.
11. Pembacaan kitab catatan amal.
12. Manusia ditampakkan kebenaran.
13. Iblis enggan sujud pada Adam.
14. Keadaan orang kafir ketika masuk neraka.
15. Orang yang membela kebatilan ketika berdebat dengan orang yang berpegang pada kebenaran.
16. Cerita tentang umat sebelum kita yang hancur, supaya kita pun takut akan hal itu.
17. Kisah Nabi Musa dan Khidr.
18. Kisah Dzulqarnain.
19. Bangunan yang menghalangi Ya’juj dan Ma’juj.
20. Rahmat yang akan datang pada hari kiamat.
21. Sia-sianya amalan orang kafir.
22. Balasan bagi orang beriman dan yang berbuat baik.
23. Ilmu Allah tak mungkin habis untuk dicatat.
24. Perintah untuk ikhlas dalam beribadah dan perintah untuk mengikuti tuntunan Rasul (ittiba’ Rasul) lewat amalan shalih.
(Kunuz Riyadh Ash-Shalihin, 13: 117).


#30DWCJILID13
#squad5

Jumat, 08 Juni 2018

Merekahnya Cinta Bagi Keluarga




Berawal dari sebuah janji suci
Terucap di saat akad
Bertekad bersama membangun sebuah mahligai rumah tangga
Memiliki cita-cita dititipkan buah hati sebagai sebuah amanah
Sebagai jembatan dalam mencari dan menggapai keridhaan-NYA.

Dan bersamanya...
Memiliki cita-cita mulia
meraih ridha-Nya hingga ke Jannah-Nya
Bersamanya ingin meraih kesuksesan dunia akhirat dalam rumah tangga.

Sejatinya kesuksesan sebuah rumah tangga adalah ketika pasangan suami istri bersinergi dalam mencari dan meraih Ridho Ilahi rabbi.
Bersama mendidik buah hatinya dengan penuh cinta dan kasih sayang
Menjadi idola bagi anak-anaknya.
Menjadi idola yg baik sehingga mampu menghantarkan anak-anak pada kecintaan yang sesungguhnya yakni cinta kepada Sang Maha Cinta Allah azza wa jalla.

Dalam mengurus rumah tangga suami istri harus bekerjasama. Karena pada kondisi tertentu, bisa jadi sang istri merasa begitu letih dan sulit jika harus menghandel seluruh urusan rumah tangga sendirian.

Diriwayatkan dari Al-Aswad : Aku pernah bertanya kepada Aisyah ra : Apa yang biasanya diperbuat Rasulullah saw di rumahnya? Aisyah berkata : *“Beliau memberikan pelayanan kepada keluarganya, apabila tiba waktu shalat beliaupun pergi menunaikan shalat”.
(HR. Bukhari). 

Dalam riwayat lain Aisyah ra. berkata: *“Beliau menjahit bajunya, memperbaiki sandalnya dan beraktivitas seperti halnya kalian dalam mengurus rumah tangga kalian masing-masing”.*
(HR. Ahmad).

Suami istri saling memberikan rasa cinta dan kasih sayang sehingga pada setiap pengambilan tindakan selalu bermusyawarah.

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka”.
(QS. Asysyuraa: 38).

Dengan kecintaan dan ketaatan akan menghantarkan husnul khatimah dan semoga kelak dipertemukan kembali dengan orang orang yang kita cintai,
Bersama di surga-Nya.

#30DWCJILID13
#squad 5

Kamis, 07 Juni 2018

Langkah Pertama


oleh: Asriana


Perjalanan seribu kilometer itu dimulai dari satu ayunan langkah kecil. Jika tetap kuat dan bersemangat, akan sampai jua di ujung cita-cita, semua dimulai dari langkah pertama.

Pada mulanya perubahan ke arah yang baik itu dimulai dari sebutir keinginan untuk bertumbuh. Terus menggali, terus belajar, sampai suatu saat akan berada di puncak kemuliaan, jika tak ingin memulai langkah pertama untuk berubah maka takkan ada langkah-langkah berikutnya.

Jika hidup semudah membalikkan halaman buku, lalu darimana kita membina diri tentang arti tegar dan sabar?

Harus ada rintangan di setiap jalan, bukan untuk membuat kita menyerah tapi semata untuk menghancurkan rintangan itu. Kita boleh lelah, tapi tak boleh pesimis. Bersama lelah kita masih dapat bekerja, tapi bersama rasa pesimis ujungnya adalah menyerah.

Meski membutuhkan puluhan tahun untuk mencapai harapan mulia, tetaplah berusaha, maksimalkan doa. Semoga Allah menguatkan kita, karena boleh jadi Allah mempersingkat waktu tempuh kita mencapai harapan itu, boleh jadi bulan depan atau tahun depan.

Pada awalnya kita tidak ada dan tanpa membawa apa-apa. Jadi saat ini kita tak perlu takut berjuang menggapai harapan mulia karena khawatir akan kehilangan apa-apa.

#30DWCJILID13
#squad5

Rabu, 06 Juni 2018

Bersabarlah, Jadilah Tangguh

oleh: Asriana


Sudah tabiat manusia, dalam hidupnya sering merasa tidak puas dan mengeluh. Yang akan menjadikannya lebih banyak menuntut daripada bersyukur.

Suatu saat nanti, kita akan sadar bahwa ternyata kita telah sampai di suatu titik sedangkan kita belum beranjak sama sekali.
Padahal semestinya kita telah banyak menikmati hal-hal indah dan menyenangkan.

Kita sering tidak sadar dan selalu mengeluh sampai kita tahu bahwa sabar dan mengeluh adalah jalan yang berlawanan.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153).

Betapapun, apa yang kita cari seharusnya hanya demi ridha dari Allah SWT. Jangan sampai semua nikmat-Nya hanya berlalu sebagai sebuah penderitaan, karena kita lebih banyak mengeluh.

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat; dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk, tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata” (Q.S. Al-Baqarah : 45)

Mari menangguhkan diri, berubah menjadi baik tak cukup dengan ucapan. Ikhtiar dan doa adalah senjata, bukan dengan keluhan.

#30DWCJILID13
#squad5

Selasa, 05 Juni 2018

Ciptakan Kebahagiaan Jiwa dengan Hal Ini!

oleh: Asriana

Bahagia, kata bermakna dahsyat impian semua orang. Banyak cara yang ditempuh manusia untuk "merasa" bahagia versi mereka, meski tidak jarang yang gagal. Bagi muslim sejati, bahagia di dunia merupakan bonus dari Allah dan akhirat adalah prioritas. Dengan meraih cinta Allah maka kehidupan akhirat akan penuh kenikmatan, kehidupan dunia pun tenang.
Ciptakan bahagia dengan hal-hal berikut:
1. Selalu berdoa, bersyukur dengan apa yang dimiliki meski dalam kondisi kekurangan dan bersabar dalam suka maupun duka.
2. Melaksanakan salat wajib tepat waktu, dikutip dari manfaat.co.id, banyak hal yang bermanfaat bagi kesehatan saat melaksanakan salat lima waktu, selain fungsi utamanya sebagai wujud ketaatan kepada Allah, yaitu:
  • Mencegah osteoporosis. Dengan salat, kita terhindar dari pengeroposan tulang, gerakan salat merupakan salah satu senam ringan yang dilakukan selama lima kali sehari.
  • Obat jantung dan ginjal. Salat Dhuhur tepat waktu mengurangi risiko penyakit jantung dan ginjal karena keadaan bumi mulai panas.
  • Wujud terapi. Fungsi salat Ashar tepat waktu mampu mengelompokkan zat kimia tubuh secara autoself. Warna alam kala waktu Ashar juga telah mengoranye. Membantu perkembangan sistem reproduksi.
  • Menjaga ginjal. Melakukan salat Maghrib mampu untuk terapi kondisi ginjal sebab ada energi alam yang keluar pada waktu itu.
  • Menenteramkan jiwa. Salah satu keistimewaan melakukan salat Isya adalah mendapatkan ketentraman jiwa. Sebab intensitasnya sama dengan sistem kontrol otak yang sedang bekerja. Secara psikologis, bagi mereka yang sering melupakan shalat isya, lebih merasakan kegelisahan. 
  • Membantu kinerja kelenjar tiroid dan diijabahnya doa di waktu Shubuh. Terjadinya kesesuaian alam dengan sistem tubuh kelenjar tiroid. Melaksanakan salat di waktu Shubuh membantu metabolisme tubuh. Malaikat menyukai waktu Shubuh, sebagaimana dalam surah Al Isra:78 bahwa para malaikat turun menyaksikan salat kaum mukmin. Ketika berdoa, malaikat membantu mendoakan agar dikabulkan oleh Allah.
  • Menambah semangat. Mampu memompa semangat dalam beraktivitas. Bangun pagi, lalu berwudhu dan shalat. Ada energi tersendiri ketika melaksanakan shalat dalam keadaan khusyu, dijauhkan dari perasaan ngantuk dan malas.
3. Melaksanakan sunnah Nabi setiap hari, di antaranya:
                            
- Salat tahajjud sebagai salah satu kemuliaan seorang mukmin
- Membaca Alquran sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya membaca kalam-Nya terlebih dahulu
- Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu Shubuh. Sebelum melangkah ke manapun langkahkan kaki ke masjid yang merupakan pusat keberkahan.
- Menjaga shalat Dhuha yang merupakan kunci rezeki
- Sedekah setiap hari, Allah menyukai orang yang suka bersedekah dan malaikat Allah selalu mendoakan orang yang bersedekah. Allah menjadikan sedekah bukan hanya sebatas harta, misalnya:
  • Setiap tasbih, tahmid, takbir dan tahlil
  • Amar ma'ruf nahi munkar (Menganjurkan yang baik dan mencegah perbuatan buruk)
  • Tersenyum dan berkata baik
  • Mengucapkan salam kepada sesama muslim
  • Memberi makan dan minum orang lain atau binatang
  • Muliakanlah tamu
- Menjaga wudhu. Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa merasa salat walau ia sedang tidak salat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangi dia, ya Allah”.
- Amalkan istighfar setiap saat, masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Senin, 04 Juni 2018

Cinta Sejati Tak Pernah Bersyarat


oleh: Asriana


Seorang mukmin memandang dosanya bagai gunung yang akan runtuh menimpa dirinya, sedangkan pecandu maksiat menganggap dosanya bagai seekor lalat yang hinggap di hidungnya, cukup diusir dengan tangannya.

Terkadang diri sanggup melaksanakan suatu ibadah, namun setan mengalahkan hati dengan menghembuskan kemalasan.
Sungguh lemah cinta ini, meski bibir mengucap cinta tiada batas untuk-Nya. Padahal cinta kepada Allah tidak akan menggoreskan luka di hati, takkan mengukir kesedihan di jiwa.

Entah mengapa cinta kepada Allah kadang hanya fatamorgana, nampak ada namun sesungguhnya tak pernah ada.
Ketika sibuk lupa pada-Nya, enggan beribadah saat rasa malas menghampiri.

Cinta sejati takkan pernah bersyarat, mencintai-Nya tak mesti pada waktu luang, rasa malas tak patut menjadi penghalang untuk beribadah. Akankah cinta itu kita persembahkan pada-Nya atau sekadar hiasan di bibir saja? Hanya hati yang sanggup menjawab.

Allah tak pernah mengecewakan hamba-Nya yang cinta kepada-Nya, Dia pun tak pernah mengabaikan hamba-Nya yang melabuhkan diri dalam ketaatan.

Saat jatuh cinta kepada Allah, maka semua kesulitan terasa mudah. Mencintai Allah sebagai tugas utama, akan mengetuk hati para penghuni langit untuk mencintai kita.

Minggu, 03 Juni 2018

Permainan Edukatif untuk Anak

oleh: Asriana




Anak-anak sangat dekat dengan permainan, sehingga menjadi media bagus untuk mengenal banyak hal. Tak heran jika pembelajaran di Taman Kanak-kanak (TK) lebih banyak menggunakan permainan sebagai medianya.

Bentuk permainan anak yang mendidik (edukatif) dapat meningkatkan kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki oleh anak.

Permainan yang bagus untuk dimainkan anak sebaiknya memiliki sejumlah kriteria berikut:

  1. Merangsang kecerdasan otak
  2. Melatih kekuatan fisik anak
  3. Meningkatkan kemampuan sosialisasi anak
  4. Dapat membentuk kepribadian anak.


  • Manfaat Permainan Edukatif

Dalam sebuah permainan, anak sebenarnya dapat memperoleh berbagai manfaat, di antaranya:


  1. Dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara/interaksi dengan teman sebayanya.
  2. Dapat meningkatkan kemampuan kognitif
  3. Meningkatkan keaktifannya dalam menerapkan apa yang didapatkan dari sebuah permainan.


Ketika diajari permainan yang edukatif, dapat menjadikan anak terlatih dengan baik sejak dini. Sebaliknya akan menjadi kurang baik bagi perkembangannya ketika jenis permainan yang ditawarkan kurang mendidik.


  • Contoh Permainan Edukatif

Beberapa jenis permainan yang bisa dimainkan anak di rumah berikut ini:

1. Belajar berhitung
Salah satu pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh seseorang adalah berhitung. Orang tua mengajak anak untuk bermain sambil berhitung, contoh sederhananya adalah anak diminta untuk menemukan suatu objek tertentu lalu menghitung jumlahnya.

2. Marbel belajar salat
Untuk yang menganut agama Islam, salat adalah salah satu ibadah yang wajib diajarkan pada anak. Meski di sekolah ada pelajaran agama yang akan mengajarkan tentang ini, tetapi dengan memanfaatkan aplikasi marbel belajar salat, orang tua dapat mengenalkan gerakan salat lebih awal pada anak.

3. Sambung kata
Permainan yang dapat dicoba di rumah yaitu sambung kata. Permainan ini dikenalkan kepada anak agar bisa menyambung kata yang disebutkan oleh orang tua atau guru mereka.

Pertama kali, orang tua atau guru menyebut kata tunggal kemudian anak yang akan menyambungnya. Hal ini dilakukan secara bertahap sampai membentuk sebuah cerita, tujuannya yaitu agar kata yang dimainkan dapat menjadi sebuah rangkaian cerita yang mudah diingat oleh anak.

Permainan ini nantinya dapat bermanfaat untuk menguatkan otak anak, yaitu mempertajam ingatan dan menguatkan daya pikir anak. Menariknya lagi, kemampuan bahasa anak juga akan semakin terasah, karena anak dapat secara otomatis mengatakan kata yang ada di benaknya.

4. Menyusun balok
Permainan menyusun balok ini bisa dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok. Jadi, anak-anak juga bisa terdidik dalam hal kerjasamanya dengan temannya. Di permainan ini, anak lebih antusias jika balok tadi dibuat secara warna-warni.

Dengan penyusunan warna-warni sesuai apa yang diminta guru/ibu, maka anak akan dengan sendirinya belajar tentang warna.

5. Permainan dengan bola
Satu lagi jenis permainan yang bisa dicoba di rumah adalah permainan dengan bola. Bola yang digunakan tentu yang tidak berbahaya. Normalnya, anak akan suka bermain bola misalnya menendang. Atau bisa juga bermain menangkap bola.

Permainan ini nantinya akan bermanfaat untuk sistem motorik anak. Menunjang kemampuan fisik anak yang cukup aktif di luar ruangan. Bisa menjaga sistem kekebalan tubuh anak karena lebih aktif menggerakkan tubuh daripada diam di dalam ruangan saja.

Masih banyak permainan anak yang edukatif. Tapi yang pasti, harus memerhatikan apa manfaat dari permainan tersebut.

Jumat, 01 Juni 2018

Cara Cerdas Menyikapi Kegagalan

oleh: Andi Asriana


Setiap orang tentu ingin berhasil dalam setiap usaha yang dilakukannya. Bukan hal yang mudah, karena akan ada banyak halangan dan rintangan yang menguji, setinggi niat dan harapan akan keberhasilan maka semakin besar pula ujiannya. Namun kegagalan bukan hal yang harus diratapi, kita harus move on dan melupakan kegagalan itu.
Ketika muncul kegagalan, saat kita merasa hanya jalan di tempat sehingga keberhasilan tidak kunjung tercapai maka diperlukan :
1. Muhasabah, apakah hal yang kita lakukan sudah sesuai dengan ketetapan Allah? Sudahkah melibatkan Allah dalam setiap proses yang kita lakukan?
2. Mengevaluasi diri dengan membuka telinga dan kelapangan hati mendengar nasehat orang lain.
3. Kebiasaan buruk yang rutin dilakukan tidak mudah untuk dihilangkan.
Perilaku baik butuh proses yang cukup panjang maka istiqamahlah, perbaharui taubat dan terus bermohon padaNya.
4. Jangan bertanya sudahkah ada perubahan dalam diri ini, do it ! dan bersyukurlah karena perubahan apapun tak luput dari kuasa Allah.
5. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil dan mulai dari sekarang (Aa Gym)

Teruslah berusaha untuk tetap berada di jalan kebaikan..
Semoga Allah menguatkan langkah kita menuju keistiqamahan, menebar cinta menuju ridha-Nya hingga husnul khatimah memisahkan cinta dari raga ini.
Rasulullah SAW memberi gambaran bagi orang-orang yang mau bertawakal atas titahNya, "Sungguh mengagumkan melihat urusan orang mukmin, baginya semua masalah adalah baik. Dan sikap yang demikian tidaklah terjadi kecuali oleh orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kebahagiaan dia bersyukur dan itu adalah hal yg baik baginya, dan jika dia mendapatkan keburukan dia bersabar, dan itu adalah hal baik baginya" (HR. Muslim, Ibnu Hibban).

Kamis, 31 Mei 2018

Penting untuk Menerapkan Pola Pendidikan Anak seperti Ini!

oleh: Asriana

Dunia pendidikan Barat menyebutkan bahwa usia perkembangan intelektual anak pada usia 0-4 tahun (50%) dan 4-8 tahun (30%) yang dinamakan Golden Age (Masa Keemasan). Namun jauh sekitar 15 abad yang lalu, Nabi Muhammad SAW telah mengemukakan:

”Perumpamaan orang yang mencari ilmu pada masa kecilnya bagaikan mengukir menulis di atas batu, dan perumpamaan orang yang
belajar di waktu dewasa bagaikan menulis di atas air.” (HR. Thabrani)

Seni mendidik anak menurut Ali bin Abi Thalib dibagi ke dalam 3 tahap yaitu:

Usia 0-7 tahun, di sini orang tua mendampingi anak-anaknya dalam bermain, dapat diisi dengan permainan yang mengenalkan anak akan nilai-nilai tauhid.
Usia 7-14 tahun, masa penting orang tua mengajarkan dan menanamkan kedisiplinan kepada anak
Usia 14 tahun ke atas, saat usia anak telah beranjak remaja maka peran orang tua sebagai sahabat dan mitra.

Metode mendidik anak sesuai sunnah sebagai berikut:

1. Menanamkan nilai tauhid melalui pembiasaan dan keteladanan
2. Mendekatkan anak ke masjid, berusaha memberi contoh dengan rajin ke masjid dan mengajak anak untuk ikut.
3. Senantiasa mendirikan shalat sehingga menjadi contoh bagi anak, dan memberi pemahaman kepada mereka tentang shalat sebagai kewajiban
4. Mendidik  anak dengan pola hubungan dengan lingkungan atau pendidikan etika Islami yang baik, menjaga kondisi keluarga untuk senantiasa menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari
5. Mendidik anak menjadi manusia yang selalu bersyukur
6. Menanamkan nilai kejujuran dalam semua lini kehidupan sejak dini
7. Menanamkan keyakinan dan kebiasaan berdoa terutama untuk orang tua mereka
8. Menganjurkan anak memiliki kepekaan dan semangat menyebarkan kebaikan bagi sesama.
Anak adalah rahmat dan amanah dari Allah, investasi  penting untuk dunia dan akhirat. Mereka dapat menyeret ke neraka atau menuntun orang tuanya ke surga. Pendidikan yang terbaik untuk anak-anak dimulai dari rumah, kondusif dalam hal perkembangan psikologi, kognitif, afektif serta agama.

Jika anak telah memasuki usia Sekolah Menengah kemudian di antara anak dan orang tua telah membuat resolusi tentang sekolah yang baik untuk si anak, itu hal yang sangat dianjurkan, berusaha tidak memaksa anak dalam hal sekolah yang harus dipilihnya tapi memberi gambaran bahwa sekolah yang disarankan oleh orang tuanya sangat baik.

Ada beberapa hal yang harus dihindari dalam pola pengasuhan dan mendidik anak menurut bunda Heradini, S.Psi., yaitu:

1. Jangan menuruti semua keinginan anak. Walaupun kita sangat mencintai anak, menuruti semua keinginannya bukanlah cara yang benar. Biasakanlah anak berusaha mengerjakan tugasnya sendiri agar mereka belajar untuk bertanggung jawab sehingga tidak selalu bergantung kepada orang tua, belajar mandiri.

2. Jangan terlalu melarang anak melakukan sesuatu yang baru jika tidak membahayakan. Sikap khawatir berlebihan akan melahirkan anak penakut dan tidak percaya diri.

3. Jangan menghukum dengan kekerasan fisik. Adalah wajar jika anak-anak melakukan kesalahan, bahkan berkali-kali. Yang kadang membuat emosi orang tua terkuras. Ketika emosi sudah memuncak, para orang tua harus tetap smart, jangan memaki dan memberi hukuman fisik. Hukuman fisik tidak akan mendidik. Hanya akan melukai badan dan hati, sifat anak akan berubah sementara dan hanya ketika bersama orang yang ditakuti. Luka hati efeknya akan muncul di kemudian hari akibat anak memendam kemarahan. Pilihlah hukuman yg proporsional, misalnya masuk kamar atau merapikan barang yang berantakan. Hukuman yang mendisiplinkan.

4. Perhatian. Bukan hanya terpenuhinya semua kebutuhan materi, yang utama adalah kasih sayang orang tua.

Rabu, 30 Mei 2018

Ingin Bahagia? Bertemanlah dengan Orang-orang Ini

oleh: Asriana

Banyak orang yang merasa sendiri dalam keramaian, sepi di antara hingar bingar pesta bersama teman-temannya. Hal ini bisa jadi salah satu ciri bahwa dia bersama dengan teman yang tidak dapat membawa kebahagiaan baginya. 
Allah memberikan petunjuk agar manusia berteman dengan orang-orang yang tidak hanya membawa manfaat di dunia tetapi juga dapat menolongnya di akhirat, yaitu orang-orang yang shaleh, meski tidak mudah menemukannya.
Menurut ustazah Fitrianingsih, untuk dapat bersama dengan orang-orang shaleh adalah hal yang mahal, karena itu adalah salah satu wujud kasih sayang Allah, jadi jika saat ini bersama dengan mereka maka jangan menjauh dan kuatkanlah tekad untuk tetap bersama-sama orang-orang shaleh. Kita harus rela menebusnya dengan apapun, agar kebersamaan tetap terpelihara.
Peganglah dengan erat saudara-saudara shaleh kita. Dalam kondisi hati dalam ketaatan, saudara yang shaleh akan mendorong kita untuk berbuat ketaatan yang lebih banyak lagi. Dalam kondisi yang sedang lalai, mereka akan mengingatkan kita dari kelalaian. Ketika hati kita tersayat dan terluka oleh dosa, saudara yang shaleh akan membantu mengobati kita dan membuat kita bisa pulih kembali.
Duduk bersama mereka, membaca ayat-ayat Allah, merenungi petunjuk Rasulullah atau hanya sekadar bertatap muka atau bertelepon atau memberikan pesan. 
Kebiasaan para salafusshalih dahulu senang duduk-duduk atau sekedar bertatap muka bersama orang-orang shaleh. Mereka bisa menenteramkan hati.
Datanglah ke rumah saudara-saudara kita yang shaleh, seperti yang dilakukan Maimun bin Mahram yang pergi kepada guru generasi tabiin Hasan Al Bashri. Maimun mengetuk rumah Hasan Al Bashri dan mengatakan, “Wahai Abu Said (panggilan Hasan Al Bashri) aku mulai merasakan kekerasan dalam hatiku. Bantulah aku untuk melembutkannya kembali."
Ada orang-orang yang memiliki kekuatan iman yang tinggi sehingga mereka bisa memberi kesejukan dalam diri kita. Mereka adalah orang-orang yang selama ini ada dan berjalan bersama-sama kita di sini, di jalan menyebarkan dan mengajak kepada kebaikan, jalan yang telah ditempuh para Rasul dan Nabi. Meski mereka tidak sebaik generasi para sahabat, para tabiin dan para salafusshalih, tapi pancaran wajah mereka bisa membuat kita luluh. Meski mereka tidak setingkat dengan kualitas para sahabat, para tabiin dan para salafusshalih, namun kata-kata mereka bisa membuat hati menjadi lembut.
Darimanakah kita bisa memperoleh orang-orang seperti itu ? “Hati bisa merasakan apa yang tidak bisa dipandang oleh mata,” itu kata Ibnu Taimiyah.
Hatilah yang akan menuntun kita untuk mencari orang-orang shaleh yang kita butuhkan.
Menurut Ibnu Taimiyah, seharusnya bagi orang beriman tidak terlalu sulit menilai dan membedakan sesuatu. Karena menurutnya, “ Seseorang tidak mungkin bisa merahasiakan sesuatu dalam dirinya, karena Allah akan menampakkan rahasia itu pada lembaran wajahnya dan perkataan lisannya.
"Dan barangsiapa yang senantiasa menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya," (QS. 4: 6)

Selasa, 29 Mei 2018

Jurus Jitu Mengelola Cemburu, Berani Coba?

oleh: Asriana


Ada nggak sih orang yang tidak pernah cemburu? Sikap wajar yang dapat menyerang siapa saja, perasaan kurang nyaman ketika orang yang disayangi memberikan cinta atau perhatian lebih banyak kepada orang lain.
Bagi suami istri, cemburu bisa datang pada saat pasangan memberikan perhatian yang dianggap berlebihan pada orang lain.
Dalam lingkungan keluarga, cemburu hinggap di antara satu atau beberapa anggota keluarga ketika kasih sayang atau perhatian yang diberikan dianggap berbeda. Cemburu juga mewarnai dan menghiasi dunia persahabatan, tempat kerja, komunitas dan lingkup masyarakat yang lebih luas.
Berdampak baik atau burukkah perasaan itu? Bergantung pada kita bagaimana mengelolanya!
Meski cemburu lebih sering dianggap merupakan perasaan yang kurang menyenangkan, sesungguhnya cemburu dapat berpotensi kebaikan jika tidak berlebihan. Cemburu sebagai salah satu tanda sayang memiliki dua fungsi layaknya sebuah pisau, ketajamannya berpotensi melukai namun dapat didayagunakan untuk keperluan yang bermanfaat seperti memotong buah.
Seperti yang dikemukakan oleh ibu Riyanti selaku Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Kabupaten Sleman, bila berada pada posisi orang yang “dicemburui”, perubahan sikap sahabat atau pasangan akan terjadi sejak kita sibuk dengan berbagai aktivitas yang menuntut kita menghabiskan waktu dengan orang lain.
Cemburu bertitik tolak pada perasaan manusia yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta, hanya Allah yang sanggup mengendalikan dan membolak-balikkan hati.
Berikut ini cara keren mengelola cemburu:
1. Hindari berprasangka buruk
Jika perasaan cemburu hinggap ke dalam kalbu, jauhi buruk sangka. Jangan terburu-buru membuat kesimpulan ketika perasaan itu datang. Berkomunikasi dengan sahabat, pasangan atau keluarga tentang hal yang membuat kita kurang nyaman dan cemburu merupakan langkah positif. Mengungkapkan perasaan kita akan membuat hati menjadi lebih lega dan orang yang dicemburui pun tentu dapat memberi penjelasan.
2. Membina kesabaran
Jika timbul rasa cemburu, maka bersabarlah karena ini juga menjadi faktor pendukung dalam mengelola cemburu. Sabar merupakan sikap menempatkan diri atau pendapat kita pada keadaan yang tepat, jadi bukanlah sikap pasrah. Salah satu jenis sabar adalah kesabaran ketika tidak mendapat perhatian dan kesabaran untuk memberikan perhatian.
Dapat diperiksa kembali apakah selama ini ketika kita meminta perhatian dan kasih sayang orang yang kita cintai, kita telah memberi perhatian dan kasih sayang kepada mereka. Atau mungkin selama ini kita hanya jadi “pembicara” tetapi jarang menjadi "pendengar".
3. Semakin mendekatkan diri kepada Allah
Allah yang mengendalikan hati manusia maka sepatutnyalah kita semakin mendekatkan diri padaNya agar rasa cemburu kita tidak berbuah keburukan. Rasulullah SAW bersabda,
"Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa."(HR. Ath-Thabrani).
Tidak perlu merasa "aneh" ketika terserang rasa cemburu, namun kita harus cerdas dalam mengelolanya agar tidak berdampak buruk.

Senin, 28 Mei 2018

Jangan Lelah Berdoa

oleh: Asriana


Ketika harapan tak kunjung terwujud, saat keinginan tak jua terpenuhi, atau ketika masalah tiada pernah usai. Kadang terpikir untuk berhenti berdoa.
Sebulan, setahun dan ribuan hari yang terlewati dengan hiasan doa terasa hampa dan hanya sia-sia. Lelah sering menghampiri, menyapa agar diri menyerah dan doa pun mulai terhenti.

Setiap doa yang kita langitkan penuh harap, setiap doa yang lirih kita ucapkan dengan penuh penghambaan, setiap doa yang dengannya air mata tertumpah akan diterima oleh Allah SWT.

"Dan bila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku maka sesungguhnya Aku begitu dekat, dan Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa jika dia berdoa kepada- Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al Baqarah:186).
Dan Allah dengan segala kasih sayangnya, akan menjawab doa itu dengan cara-Nya yang kadang tidak pernah disangka. Seringkali Allah telah mengijabah doa kita namun diri tak tahu hakekat dan bentuk ijabah tersebut. Karena “respon baik” terhadap doa beragam.

Disebutkan dalam sebuah hadist, dari Abu Said radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang berdoa serta doanya tidak berisi perbuatan dosa atau memutuskan tali silaturrahim, kecuali Allah akan memberikan salah satu di antara tiga balasan:  1) Allah kabulkan doanya, 2) Allah menghindarkan dirinya dari musibah yang senilai dengan doanya dan 3) Allah simpan dalam bentuk pahala untuk dia di akhirat.” (HR. Ahmad, Turmudzi, dan Hakim; dinilai shahih oleh Musthafa Al-Adawi)

Yang perlu dilakukan adalah terus berdoa, untuk menjemput takdirnya. Untuk melawan takdir yang tidak diinginkan. Untuk mewujudkan apa yang tidak mampu dilakukan.

Manusia perlu memahami bahwa sudut pandangnya terbatas, jangkauan pandangnya tidak luas, dan apa yang dia ketahui sedikit saja. Sehingga ketika sesuatu terjadi di luar apa yang dikehendaki, ia diminta tetap bersabar dan bersyukur. Tak jarang, hamba-Nya yang shaleh bahkan menikmati masa-masa dimana doanya belum dikabulkan. Karena itulah yang membuatnya semakin khusyu' larut dalam zikir dan salat.

Minggu, 27 Mei 2018

Dalam Lingkaran Ukhuwah


oleh: Asriana


Ukhuwah adalah cinta yang mengalir melalui keimanan…
Menguatkan, menjaga, memperbaiki, memberi, menghilangkan kelalaian dan saling mengingatkan.

Ukhuwah tak mengenal kesudahan, ia mengiringi dalam kehidupan sebagai penyejuk, menyapa dalam kesendirian yang melelahkan.
Tentang hati yang terikat dan do'a-do'a yang saling bertaut dan tulus yang menjelma.

Biarkan mengalir seperti air yang menyejukkan,  bagai udara yang melegakan.
Biarkan ia tumbuh seperti benih yang tersemai dan bunga yang bermekaran, bukan sekadar bahagia tetapi bersama meraih jannah-Nya.

Perjalanan ukhuwah selamanya akan bermakna, yang membuat hidup lebih indah, membuat kaki tegak di jalan dakwah, membuat hati istiqamah dalam iman, membuat raga kokoh menapaki kerikil ujian, menjadikan nafas panjang menyelami lautan ilmu.

Meski ukhuwah tak selamanya tanpa riak ujian, namun tetap genggam dia dengan erat, lalu bercerminlah mengoreksi diri. Saat luka tergores dalam menjalani ukhuwah, mungkin iman kita ada di titik kritis.

Tetaplah di lingkaran ukhuwah, bersama dalam bingkai cinta kepada Allah.

🦋

Menuju Puncak Kelezatan


oleh: Asriana


Bagaimana perasaan kita ketika shalat?
Ketika tilawah atau ibadah lainnya?

Masihkah kita ingin terburu-buru menyelesaikannya?
Masihkah pikiran kita dipenuhi dengan bayangan hal-hal tentang dunia, padahal kita sedang menemui-Nya?
Masihkan kita gundah gulana bin galau tiada tara?
Atau masihkah emosi kita tidak terkendali?

Mari senantiasa beristighfar dan memperbarui taubat, agar semakin meresap ke dalam hati dan jiwa.

"Jika kita benar-benar mengenal Allah dengan baik dan benar justru ibadah itu penyejuk mata manusia, puncak kelezatan dan kedamaian hati serta kenikmatan tersendiri yang tiada duanya."
(Ibnul Qayyim)

Mari kita sama-sama bermuhasabah, semoga diri ini diberi kemudahan oleh Allah untuk semakin mencintai-Nya, hingga tercapai kenikmatan dalam ibadah, agar selalu damai hati ini. Aamiin..
Wallahu A'lam.


Sabtu, 26 Mei 2018

Ini Nih Tips Jitu Menjadi Pasangan Romantis!

oleh: Asriana


Siapa sih yang tidak suka jika memiliki pasangan yang romantis? Selalu ada kejutan manis yang tersuguh saat bersamanya. Di dalam Islam, romantis sangat dianjurkan untuk dihadirkan oleh pasangan yang telah menikah.

Ada yang berprasangka bahwa Islam itu kaku termasuk dalam urusan ini padahal tidak benar, Rasulullah SAW adalah suami dan ayah yang romantis. Menurut bunda Rochma Yulika, seorang penulis, guru dan aktivis dakwah dari Yogyakarta. Adapun menjadi pasangan romantis, ini yang dapat kita lakukan:

1. Berupaya mengenal dan memahami

Dari sikap, cara bertutur bahkan kebiasaan pun mulai dikenali, dulu pada masa ta'aruf kan hanya sepintas nah jika sudah masuk jenjang pernikahan mulai muncul aslinya. Maka belajar memahami menjadi keharusan, bukan bagaimana kamu mengerti aku tetapi seharusnya aku bisa memahamimu.

2. Adanya perasaan timbal balik

Pekerjaan dilakukan bersama bahkan saling bergantian. Tidak selamanya suami bekerja di kantor atau di luar rumah saja, bolehlah di dapur membantu istri untuk memasak. Karena di masyarakat sudah terkonstruksi bahwa pekerjaan dapur itu hanya dilakukan oleh wanita sehingga kata sumur, dapur, jemur itu hanya untuk wanita.

3. Saling menghormati

Perasaan wanita dan pria itu tak sama. Jika belajar psikologi Adam dan Hawa maka kita akan mengerti mengapa wanita jauh lebih banyak berbicara daripada pria. Istri kadang hanya ingin dimengerti perasaannya, namun jangan hanya berharap. Lakukan hal yang sama kepada para suami. Sehingga selalu ada rasa saling menghormati.

Saling menghormati yang dimaksud adalah:

A. Perkataan dan perasaan masing-masing

B. Bakat dan kecenderungan serta kebiasaan masing-masing

C. Menghargai latar belakang keluarga serta keadaan keluarga kedua belah pihak

4. Berusaha saling menyenangkan pasangan

Apa yang disukai pasangan haruslah kita mengerti sehingga pasangan merasa diperhatikan dan disayangi meski hanya hal kecil.

5. Mengatasi masalah bersama

Tertawa bersama, menangis bersama, menjalani jatuh bangun bersama seperti itu yang akan mengeratkan maghligai cinta antara suami isteri.

6. Menerima segala kekurangan pasangan karena kita pun tidak sempurna

Dengan kekurangan kita saling melengkapi, selayaknya mur dan baut.

7. Berterus terang dengan pasangan

Komunikasi yang efektif memudahkan kita berbicara banyak hal. Namun tentunya tidak semua hal, bukan berarti kita bermaksud menyembunyikan sesuatu.
Misalnya saja kita tahu tentang seseorang yang memiliki banyak kekurangan, hal itu tidak perlu kita buka kepada pasangan.

8. Kepedulian dan solidaritas

Memahami karakter pasangan menunjukkan sikap kepedulian. Memahami dengan cara menyikapi masalah pasangan secara bijaksana dan menjadi sandaran yang membantu untuk mencari solusi.

Semoga kita dapat menjadi orang yang romantis, menghadirkan cinta dan keindahan bagi pasangan kita.

Jumat, 25 Mei 2018

Ungkapkanlah Cintamu


oleh: Asriana


Kekuatan cinta, itulah yang menjadi urat nadi dalam berukhuwah. Ketika diikat oleh tautan persaudaraan karena iman kepada Allah, karena cinta kepada Allah maka tumbuhlah benih-benih cinta kepada saudara seiman.

Namun, pernahkah kita mengungkapkan cinta itu? Meski do'a untuk kebaikan saudara kita selalu melangit, mengungkapkan cinta kepada mereka akan semakin memaniskan cita rasa ukhuwah.

Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.”
(Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits shahih)

Anas r.a. mengatakan bahwa seseorang berada di sisi Rasulullah Saw.
lalu salah seorang sahabat melewatinya. Orang yang berada di sisi Rasulullah tersebut mengatakan, “Aku mencintai dia, ya Rasulullah.” Lalu Nabi bersabda, “Apakah kamu sudah memberitahukan dia?” Orang itu menjawab, “Belum.”
Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Beritahukan kepadanya.”
Lalu orang tersebut memberitahukannya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.”
Kemudian orang yang dicintai itu menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.”
(Abu Dawud, dengan sanad shahih)

Jadi, ungkapkanlah cinta kita kepada orang yang dicintai.
Wallahu a'lam bish shawab.

🦋

Rabu, 23 Mei 2018

Manusia-manusia Langit


oleh: Asriana


Nafas kehidupan kita adalah derap-derap langkah menuju kematian, jika kaki ini telah sampai di garis finish maka itulah isyarat  kontrak kerja kita berakhir.
Maka cerdasnya orang beriman adalah mengisi masa kontraknya dengan visi dan misi akhirat, bukan dengan memburu dunia.

Kelezatan dunia bak candu, jika hati tak berperisai iman yang kokoh, bukan tak mungkin kita akan tenggelam di dasarnya.
Kita akan terlena jika keindahan dunia menjadi penuntun jiwa, lukisannya menyilaukan mata manusia yang menatapnya dengan nafsu.

Sejatinya kita menjadi manusia-manusia langit, yang akhiratnya terpatri di hati meski dunia dalam genggaman, tak tergoda oleh manisnya hidup yang sesaat, agar di dunia kita tak terhempas sehingga asa meraih surga pun kandas.

Seperti ungkapan Ibnul Qayyim rahimahullah, “Jika hanya Allah yang kamu tuju, maka kemuliaan akan datang dan mendekat kepadamu, serta segala keutamaan akan menghampirimu. Kemuliaan sifatnya mengikuti. Artinya, jika kamu menuju Allah, kemuliaan akan mengikutimu. Tapi jika kamu hanya mencari kemuliaan, Allah akan meninggalkanmu. Jika kamu telah menuju Allah kemudian tergoda untuk mencari kemuliaan selain bersama Allah, maka Allah dan kemuliaan-Nya akan pergi meninggalkanmu.”

Jika membawa dunia dalam jiwa kita, hidup tak akan dinaungi keberkahan.
Maka jaga iman agar tetap hidup, genggam erat agar dia tak pergi.
Karena iman yang menuntun ke jalan keselamatan, menapaki dunia yang penuh jebakan.

Ada surga di hati orang beriman, surga yang membuatnya bahagia di tengah pahit getirnya kehidupan. Kebahagiaannya hanya dari Rabbnya bukan di tangan manusia.

Selasa, 22 Mei 2018

Agar Pernikahan Dini Menjadi Solusi Tanpa Kontroversi!


oleh: Asriana


Tantangan hati single zaman now lebih berat bila dibandingkan zaman old. Pergaulan bebas, adab terhadap lawan jenis yang tidak terbatas, percakapan sering menyalahi norma dan tatanan kehidupan beragama. Menurut bunda Rochma Yulika seorang pegiat dakwah dari Yogyakarta, salah satu solusi agar tak terperangkap dalam kenistaan adalah pernikahan dini. Ketika solusi itu diambil, bukan hanya serta merta anak usia lepas SMA ingin menikah, ada jodoh maka selesailah urusan. Tidak sesimpel itu.
Menikah bukan hanya melibatkan dua orang tetapi ada keluarga yakni ayah ibu dan keluarga besar juga. Atau sebaliknya hanya pihak orang tua saja yang ingin sementara anak tak ingin. Tugas orang tua yang utama itulah menyiapkan anak-anaknya untuk siap menikah di usia dini.
Tetapi ketika orang tua tak memahami hal itu maka butuh pendekatan yang lama. Maka kewajiban anak untuk harus menunjukkan kemampuan bersikap dewasa.
Mengajak orang tua berbicara sebagai permulaan sharing tentang pernikahan dini. Memberi contoh anak-anak ustad yang menikah dini. Atau mengajak mereka mengikuti kajian atau video tentang pernikahan dini sebagai solusi untuk menghindarkan diri dari segala fitnah dunia.
Ada hal yang perlu dipersiapkan secara pribadi ketika benar-benar mencitakan pernikahan dini, yaitu:
1. Kematangan konseptual dalam memahami paradigma keluarga dakwah itu seperti apa. Mengerti sejauhmana peran yang diemban ketika memasuki ranah keluarga sementara dirinya tetap harus berkiprah di jalan dakwah
2. Kematangan psikologis. Bahwa hidup kita itu tidak sendiri. Kita akan bertemu dengan pribadi yang belum dikenal sebelumnya bahkan keluarga yang memiliki latar budaya berbeda
3. Kematangan sosial. Belajar berinteraksi dengan orang lain menggunakan adab yang baik
4. Kematangan tentang ekonomi. Memiliki semangat kerja. Berusaha belajar mencari nafkah jika sebelumnya belum pernah bekerja
5. Kematangan agama. Memahami hal-hal pokok dalam beragama sebagai pedoman dalam menjalankan perannya sebagai hamba Allah
6. Kematangan emosi. Belajar mengontrol emosi diri karena kita tidak hidup sendiri tapi bersama. Mengurangi sikap yang meledak-ledak dan membuang ego.
Nah itu beberapa poin yang menjadi landasan membangun berkeluarga. Allah SWT berfirman, "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan yang perempuan." (QS. An Nur:32).
Hikmah disyariatkannya pernikahan adalah menciptakan keluarga yang sakinah dan memperoleh keturunan. Maka kemampuan menjaga keturunan tersebut juga dipengaruhi usia calon mempelai yang telah sempurna akalnya dan siap melakukan proses reproduksi.
Menurut syariat Islam, usia kelayakan pernikahan adalah usia kecakapan berbuat dan menerima hak. Islam tidak menentukan batas usia namun mengatur usia balig untuk siap menerima pembebanan hukum Islam. 






Ini Nih Solusi Segala Masalah

oleh: Asriana

 Salah satu ciri khusus bahwa kita berpijak di dunia adalah masalah, yang tidak akan pernah hilang dari kehidupan manusia. Siapapun yang masih hidup di bumi ini pasti akan menghadapi masalah, pada prinsipnya setiap jiwa memiliki masalah.
Allah sebagai pencipta alam semesta telah mengetahui dan telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapinya yakni shalat dan sabar.

1. Shalat

"Hai orang-orang yang beriman, jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnha Allah bersama orang-orang yang sabar" (QS. Al Baqarah:153)

Aidh Al Qarni dalam buku La Tahzan menjelaskan jika hati terasa sangat rumit dan sangat banyak masalah, maka bersegeralah untuk shalat.

"Dan perintahkan kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya."(QS. Thaha:132)

Jadi shalat sebenarnya  bukan semata ritual, tetapi sumber menyedot dan menyadap kekuatan Ilahiyah agar setiap jiwa mampu menghadapi masalah dengan tenang, cerdas dan bijak. Sebab dalam shalat ada masa dimana Allah sangat dekat pada seorang hamba yakni di saat sujud.
"Sedekat dekat seorg hamba kpd Tuhannya yaitu ketika ia sujud maka perbanyaklah berdoa d dlm sujud."(HR. Muslim)
Dengan  demikian  mari kita jadikan shalat sebagai media  penting dalam hidup kita untuk benar-benar dekat kepada Allah dalam mentelesaikan setiap masalah. Bukan sekadar penggugur kewajiban dan kurang antusias  menjalankannya.

2. Sabar

Menurut Aidh Al Qarni sabar adalah kemampuan jiwa untuk senantiasa berlapang dada, berkemauan keras serta memiliki  ketabahan yang besar dalam menghadapi masalah kehidupan.
Bahkan tdk ada masalah yang tidak dapat diatasi dengan sabar, insya Allah.


"Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan . Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."(QS. Al Baqarah:155)

3. Istighfar dan bertaubat

Ketahuilah jalan keluar dari itu semua adalah dengan cara memperbanyak permohonan ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita.

Allah ta’ala berfirman,

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, karena sesungguhnya Dia adalah Sang Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat. Dan memperbanyak harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun, serta mengadakan (pula di dalamnya) untuk kalian sungai-sungai.” (QS. Nuh:10-12)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah merubah setiap kesedihannya menjadi kegembiraan. Allah Azza wa Jalla memberikan solusi dari setiap kesempitannya (kesulitannya), dan Allah anugerahkan rizki dari jalur yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad dan al-Hakim)

Jadi istighfar adalah solusi dari permasalahan kita dan menjadi sebab datangnya kebahagiaan. Tapi perlu dipahami bahwa tidak semua istighfar bermanfaat bagi pelakunya. Istighfar yang bermanfaat yaitu istighfar/permohonan ampun yang jujur dari lubuk hati yang paling dalam dan benar-benar menyesali perbuatan dosanya.

Dengan demikian jangan bersedih apalagi putus asa. Biarlah masalah mewarnai hidup kita, bagaimanapun dan sebesar apapun itu pasti akan sirna seiring kita memohon petunjuk dan solusi kepada Allah dengan sabar dan shalat. Allah sudah  berjanji dan pasti ditepati, yakinkan diri.

Minggu, 20 Mei 2018

Balasan Cinta dari Allah

oleh: Asriana



Tidak setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah akan bisa memperoleh cinta-Nya, kecintaan Allah tidak akan diberikan kecuali kepada insan yang benar-benar mencintai-Nya. Di antara bukti cinta kepada-Nya yaitu selalu beribadah kepada-Nya, menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup dan mengikuti petunjuk yang telah dibawa oleh kekasih-Nya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dalam segala aktivitas kehidupan.

Jika seseorang telah mencintai Allah dengan sebenar-benarnya maka balasan dari Allah akan lebih banyak, tentu saja ini akan menjadi hal terindah bukan? Apa sajakah itu? Di akhirat kelak akan dibentangkan surga yang tiada terkira kenikmatannya dan di dalam kehidupannya di dunia akan dinampakkan hal-hal berikut ini:

1. Dicintai oleh penduduk langit dan bumi
Sabda Rasulullah: “Bila Allah mencintai seorang hamba maka Dia menyeru Jibril: Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka cintailah ia, maka Jibril pun mencintainya, lalu Jibril menyeru penduduk langit: Sesungguhnya Allah mencintai si fulan maka cintailah ia, maka merekapun mencintainya, lalu ditentukan baginya sikap menerima (dan cinta dari penduduk) dibumi”. (HR Bukhari)

2. Dijauhkan dari fitnah- fitnah dunia
Qatadah bin Nu’man berkata: “Bila Allah mencintai seseorang maka Dia menghalanginya dari (fitnah) dunia”. (HR Al-Hakim)

3. Senang untuk selalu bertaubat
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan dirinya”. (QS. Al-Baqarah: 222)

4. Senantiasa bersabar dalam menghadapi ujian dan cobaan

5. Senantiasa menjaga kesucian dirinya
… Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)

6. Adil sebagai seorang pemimpin
… sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang adil. (QS. Al-Maa’idah: 42)

7. Menjadi orang yang istiqamah dalam takwa

8. Senantiasa  menanam kebaikan

9. Selalu berserah diri kepada Allah
“Orang-orang yang bertawakal kepada Allah kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-NYA. (QS. Ali ‘Imran: 159)

10. Mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah

11. Tak ragu untuk berjihad fi sabilillah

12. Selalu menjaga lisannya

13. Senantiasa bermuhasabah diri dan bersyukur

14. Menjadi jiwa yang gemar bersedekah dan menafkahkan hartanya di jalan Allah

15. Menjaga tali silaturrahmi dengan sesama

16. Mencintai apa yang menjadi perintah Allah

17. Mampu menahan amarahnya

18. Selalu mengingat kematian

19. Mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci hal yang dibenci-Nya

Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang dicintai oleh Allah, yang dapat menikmati surga dunia dan memperoleh surga yang kekal di akhirat.


#day4
#30DWCJILID13
#squad5

Sabtu, 19 Mei 2018

Mengapa Doa Tak Kunjung Terkabul?

oleh: Asriana


Ketika hati mulai lelah berdoa sedang keinginan tak jua terwujud, kadang keraguan mulai menghampiri.
Ada banyak sebab doa tertolak, di antaranya:

*1. Makan dan Minum dari yang Haram*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata:
“Rasulullah ﷺ   menyebutkan, seorang laki-laki yang panjang perjalanannya, berambut kusut, berdebu, dan menengadahkan tangannya ke langit: “Ya Rabb .. Ya Rabb .., tetapi dia suka makan dan minum   yang haram, pakaiannya haram juga, dan dikenyangkan dengan yang haram. Maka, bagaimana doanya dapat dikabulkan?” (HR. Muslim No. 1015)

*2. Tergesa-gesa dalam Berdoa*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu,  dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ  bersabda, “Doa salah seorang di antara kalian pasti akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa, yaitu dia mengatakan: Saya sudah berdoa akan tetapi belum dikabulkan.” (HR. Bukhari No. 6340)
Bukan hanya itu, dia juga tidak menjaga adab-adab doa yang lainnya.

*3. Meninggalkan Kewajiban*

Dari Huzaifah Radhiallahu Anhu dari Nabi ﷺ  beliau bersabda, “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian harus betul-betul memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar, kalau tidak maka betul-betul dikhawatirkan Allah akan menjatuhkan kepada kalian semua siksaan dari-Nya, kemudian kalian berdoa kepada-Nya akan tetapi Dia tidak mengabulkannya.” (HR. At Tirmidzi No. 2169: hasan)


*4. Menjalankan Larangan dan Maksiat*

Ketika mereka membutuhkan sesuatu atau dalam keadaan sulit, mereka mencari-cari Tuhannya, mereka memohon dan menangis, serta mengakui semua kesalahan dan kelemahannya. Tetapi ketika kesulitan hilang, mereka lalu melupakan-Nya dan kembali melakukan maksiat kepada-Nya. Bagaimana yang seperti ini dikabulkan doanya?

Ada jawaban sangat bagus dari Imam Ibrahim bin Adham Rahimahullah atas pertanyaan ini :

1. Seseorang yang meyakini adanya Allah ﷻ tetapi ia tidak menunaikan hak-hakNya.

2. Seseorang yang telah membaca ( mengerti ) kitab Allah ﷻ tetapi tidak mengamalkanya.

3. Seseorang yang mengetahui bahwa  syetan adalah musuhnya yang nyata, tetapi ia justru mengikuti langkah-langkahnya.

4. Seseorang yang mengaku mencintai  Rasulullah ﷺ  tetapi meninggalkan atsar dan sunnahnya.

5. Seseorang yang mencita-citakan masuk surga namun meninggalkan amalan - amalan masuk surga.

6. Seseorang mengatakan takut adzab neraka, tetapi ia tidak berhenti melakukan dosa dan maksiat.

7. Seseorang yang yakin tentang kepastian datangnya ajal, tetapi ia tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

8. Seseorang yang sibuk dengan aib dan cacat orang lain, tetapi ia melupakan cacat dan aibnya sendiri.

9. Seseorang yang makan rezeki Allah, tetapi tidak mensyukurinya.

10.Seseorang yang mengubur orang mati, tetapi ia tidak mengambil pelajaran darinya.

*5. Allah ﷻ sedang menguji hamba-Nya*

Hamba yang mukmin dan sabar akan meyakini bahwa Allah ﷻ punya rencana lain untuknya, dan itu pasti lebih baik. Sebab Dia lebih tahu dibanding hamba-Nya sendiri tentang apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Atau, Allah ﷻ  menundanya sebagai ujian kesabaran.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216)





#30DWC
#30DWCJILID13
#SQUAD5



Jumat, 18 Mei 2018

Jagalah Kesehatan Hati

oleh: Asriana

Banyak manusia yang memiliki pikiran cerdas, tetapi akhirnya menjadi hina karena memiliki hati yang sakit.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika dia baik maka baik juga seluruh jasad. Jika ia rusak maka rusak juga seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Hati yang sakit dapat dilihat dari 3 hal:

1. Kekuatan indera yang ada di dalam hati akan hilang secara total. Hati seperti akan menjadi buta, tuli, bisu, dan lumpuh. Tidak bisa membedakan antara kebenaran, kesesatan, ketakwaan, kemaksiatan, dan lain sebagainya.

2. Kekuatan indera yang ada di dalam hati menjadi lemah. Padahal sejatinya kemampuan indera tersebut kuat. Sama seperti anggota tubuh lainnya, jika sedang dalam keadaan seperti ini, hati berarti butuh asupan gizi.

3. Hati tidak dapat melihat sesuatu dalam bentuk yang sebenarnya. Seperti memandang kebenaran menjadi kesesatan, kesesatan menjadi kebenaran, merasakan manis menjadi pahit, dan pahit menjadi manis.

Ibnu Qayyim menjelaskan, agar hati bisa tetap sehat, ia bisa dilakukan dengan tiga cara; menjaga kekuatan hati, melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, dan membuang zat-zat yang berbahaya bagi hati. Kekuatan hati bisa diperoleh dengan iman. Iman merupakan sumber kekuatan hati yang paling utama. Jika iman hilang, hati akan menjadi sakit.
Sedangkan untuk melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, dapat dilakukan dengan menjauhkan diri dari perbuatan dosa atau maksiat. Sebab, kedua hal ini yang dapat membuat hati menjadi sakit.

Racun dan zat-zat yang membahayakan hati harus dibuang, taubat dan istighfar adalah dua obat yang dapat membuang toksin di dalam hati. Antibody yang dapat menjaga kesehatan hati.

Mari Bermujahadah



Mari Bermujahadah
oleh: Asriana⭐

Betapa besarnya kewajiban setiap manusia, yang di dalamnya termasuk pula Nabi Muhammad SAW untuk memaha agungkan, memaha besarkan-Nya serta senantiasa mensyukuri semua kenikmatan-Nya.

Oleh sebab apa yang dilakukan oleh manusia, bagaimanapun juga besar dan tingginya nilai apa yang kita amalkan, masih belum memadai sekiranya dibandingkan dengan kenikmatan yang dilimpahkan oleh-Nya kepada manusia.

Maka dari itu hak-hak Allah yang wajib kita penuhi sebagai imbalan karunia-Nya itu, masih belum sesuai dengan amalan baik yang kita lakukan, sekalipun dalam anggapan kita sudah amat banyak sekali.

Betapa lemahnya kita, maka memerlukan adanya pengampunan sekalipun kita tiada punya dosa lagi, sebagaimana halnya Rasulullah Muhammad serta sekalian para nabi-Nya 'alaihimus shalatu wassalam itu, mereka dijamin masuk surga namun tetap bersungguh-sungguh beribadah.

Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya Rasulullah SAW berdiri untuk beribadah dari sebahagian waktu malam sehingga pecah-pecahlah kedua tapak kakinya. Saya (Aisyah) lalu berkata padanya: "Mengapa Tuan berbuat hal seperti itu wahai Rasulullah, sedangkan Allah telah mengampuni untuk Tuan dosa-dosa Tuan yang telah berlalu dan yang akan datang?"
Rasulullah SAW bersabda:
"Adakah aku tidak senang untuk menjadi seorang hamba yang banyak bersyukurnya?" (Muttafaq 'alaih)

Rasulullah SAW juga semua nabyiullah 'alaihimus shalatu wassalam itu adalah terpelihara dan terjaga dari semua kemaksiatan dan dengan sendirinya tidak ada dosanya sama sekali (ma'shum minadz-dzunub).

Hendaknya kita bermujahadah, bersungguh-sungguh dalam beribadah.

Syukur harus diwujudkan dengan amal sebagaimana diucapkan oleh lisan.